Bisa Dipercaya

Satgas Hewan Liar Siap Bantu Warga

images

Palembang – Dinas Pertanian, Peternakan dan Kehutanan (DP2K) Kota Palembang siap membantu warga untuk menangkap hewan liar seperti anjing yang berkeliaran di pemukiman. DP2K akan menerjunkan satuan tugas (Satgas) untuk menangkap anjing yang berpotensi membahayakan masyarakat.

“Tim satgas kita sudah ada dan selalu siap untuk memantau dan menangkap hewan-hewan liar yang berkeliaran ” ungkap Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (DP2K) Harrey Hadi kepada Koran Kito, Minggu (23/10).

Berita Sejenis
1 daripada 3.074

Ia mengatakan, pihaknya selalu menurunkan satgas untuk menangkap hewan liar yang tidak dikandangkan seperti anjing-anjing liar yang tidak ada pemeliharanya. Bahkan pengawasan intensif selalu dilakukan pihaknya terhadap hewan-hewan liar yang tidak dikandangkan dan  berada di jalan-jalan pemukiman warga.

Hanya saja, elaknya, untuk menangkap hewan-hewan liar tersebut, pihaknya membutuhkan kerjasama dari masyarakat. Pasalnya hewan-hewan liar tersebut selalu berpindah-pindah tempat. “Seperti anjing, hewan itu tidak mantap disatu tempat terkadang muncul terkadang tidak. Ini juga membuat kita sedikit kesulitan untuk menangkapnya,” katanya.

Karena itu, lanjut Harrey, masyarakat jangan segan atau pun takut untuk melaporkan kepada pihaknya jika melihat hewan liar yang berkeliaran. Apalagi hewan-hewan tersebut tampak terlihat tidak sehat dan berpotensi menularkan penyakit.

“Sampai hari ini belum ada masyarakat yang melapor kepada kita. Makanya kita himbau juga untuk lapor kalau ada hewan liar disekitar pemukiman yang bisa membahayakan,” imbuhnya.

Harrey menjelaskan, setiap hewan liar yang ditangkap jelasnya akan diperiksa kesehatannya. Untuk anjing sendiri akan diperiksa apakah berpotensi mengidap penyakit rabies atau tidak. Jika anjing tersebut berpotensi mengidap rabies maka akan di bunuh.

Tapi kalau tidak terinfeksi dan dinyatakan sehat akan diserahkan kebagian penangkaran anjing. “Tim satgas kita lengkap termasuk paramedisnya. Ada dokter hewan yang akan memeriksa kesehatan hewan-hewan itu,” tukasnya.

Sebelumnya, seorang balita, Abdi Galang Pratama (4,5) yang merupakan korban gigitan anjing liar, beberapa waktu lalu, menghembuskan nafas terakhir, Rabu (19/10) malam. Ibu korban, Yustini (22) saat ditemui di rumahnya Perumahan Ogan Permata Indah (OPI) Jalan Anggrek II Blok K2, Kelurahan 15 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I Palembang mengatakan, jika anaknya meninggal tepat 14 hari setelah diterkam dan digigit oleh anjing liar, pada 5 Oktober lalu.

Galang sebelumnya telah mendapatkan pertolongan dari pihak rumah sakit Bari Palembang. Meninggalnya Galang diduga karena terinfeksi virus rabies dari anjing liar yang menggigitnya.  (korankito.com/ria)