Pengelolaan Wisata Pulau Kemaro Disarankan Gandeng Swasta

PELEPASAN LAMPION. Warga keturunan tionghoa melakukan pelepasan lampion dalam perayaan Cap Go Meh di Pulau Kemaro Palembang, Sabtu 20 Febuari 2016. Pelepasan lampion keudara ini disertai doa dan harapan. Indonesia Press Photo/Wai.

Palembang – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang disarankan menjalin kerjasama dengan pihak swasta dalam pengelolaan Pulau Kemaro. Kerjasama tersebut agar Pulau Kemaro sebagai salah satu kawasan wisata banyak dikunjungi wisatawan. Hal ini diungkapkan anggota Komisi II DPRD Palembang Hardi kepada wartawan, Minggu (23/10).

“Kalau bungalow ini dikelola oleh swasta maka akan lebih maju dan berkembang dari yang sekarang ini. Tentu sistem kerjasama seperti apa yang diinginkan tetap diserahkan kepada Pemkot,” katanya.

Ia menjelaskan, dengan adanya fasilitas penunjang wisata yang ada di Pulau Kemaro tentu akan menarik banyak wisatawan. Dia juga menyayangkan, proyek bungalow yang menelan anggaran mencapai Rp 3,7 miliar dan selesai pada tahun 2014 lalu tersebut masih terbengkalai karena alasan belum lengkapnya fasilitas penunjang. “Air dan listrik belum tersedia maksimal di bungalow itu, tidak heran kalau belum diminati pengunjung,” ujar dia.

Senada, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Herlan Aspiudin mengatakan, upaya pengembangan wisata Pulau Kemaro yang dilakukan Pemkot Palembang ada baiknya diserahkan kepada pihak ketiga.

Menurutnya, pihak ketiga dalam hal ini adalah investor yang sudah berpengalaman dalam mengelola usaha perjalanan atau objek wisata. Dengan begitu, pengembangan pariwisata di Pulau Kemaro bisa lebih cepat, tidak tertunda bertahun-tahun seperti sekarang. “Saya usulkan begitu karena yakin swasta pasti lebih profesional. Selain itu, modal ada tanpa perlu menunggu anggaran,”ungkap Herlan

Sementara itu, Kepala BPM-PTSP Kota Palembang Ahmad Zazuli mengatakan, wisata Pulau Kemaro menjadi prioritas penawaran investasi dalam forum Indonesia Investment Summit (IIS) 2016 yang akan berlangsung November mendatang.

Diungkapkannya, di Sumsel hanya ada dua kawasan yang akan ditawarkan kepada para investor dalam forum tersebut yaitu kawasan Pulau Kemaro dan Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya. Khusus untuk wisata Pulau Kemaro, ia berharap akan ada calon investor yang akan menanamkan sahamnya. “Tentu yang kami tawarkan adalah view cantik Sungai Musi yang terlihat dari Pulau Kemaro,”ujarnya.

Dikatakan Zazuli, penawaran investasi ini tidak lain karena keterbatasan anggaran untuk mengembangkan kawasan ini menjadi destinasi wisata baru. Meskipun kawasan ini hanya seluas 25 hektar, namun lahan ini lebih dari cukup untuk membangun fasilitas pariwisata yang menarik. “Sebenarnya banyak yang kita tawarkan. Tapi, konsep wisata Pulau Kemaro yang paling siap, karena lahan dengan luas itu tidak perlu ada pembebasan lahan lagi,” jelas dia.

Ditambahkannya, tidak hanya konsep yang ditawarkan namun masing-masing SKPD yang ada di Pemkot Palembang juga patut mendukung penuh pengembangkan kawasan ini dengan mempersiapkan fasilitas penunjang seperti infrastruktur dan lainnya. Dengan kesiapan itu, praktis akan banyak investor yang tertarik mengembangkannya. “Kita tawarkan dengan konsep wisata yang ada,” terang Zazuli. (korankito.com/ria)