Bisa Dipercaya

Sumsel Jadi Perhatian di The 3rd BIMP-EAGA & IMT-GT

dsc_0395

Makasar – Sumatera Selatan menarik perhatian dalam ajang The 3rd BIMP-EAGA & IMT-GT yang berlangsung di  Four Points Hotel by Sheraton Makassar, Jumat (14/10). Acara dibuka langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia (RI) Jusuf Kalla ini berlangsung hingga 16 Oktober 2016 menampilkan sebanyak 236 booth.

Acara ini diikuti oleh Negara–negara Asian sesuai dengan namanya  The 3rd Brunei, Indonesia, Malaysia, Philippines East ASEAN Grouth Areal (BIMP-EAGA) and Indonesia, Malaysia, Thailand Growtht Triangle (IMT- GT) Trade Expo Conference and Matching 2016.

Berita Sejenis
1 daripada 3.098

Indonesia sendiri diikuti oleh Provinsi Sumsel, Sulawesi Selatan, Aceh, Sumatera Utara, Kalimantan Barat, Sulawesi Barat, Kota Bogor dan Kabupaten Semelu. Dengan berbagai agenda yang dilaksanakan diantaranya Businnes leader Conference, Trade Expo, Businnes Matching & Invesment Forum, Health Care Tourism Dialoque, Street Food Festival, Culture & Art Performance dan Fashion Show.

Kepala Dinas BAPPEDA Provinsi Sumsel, Ekowati Retnaningsih menyampaikan, ajang ini menjadi kesempatan besar bagi Sumsel untuk terus mempromosikan TAA dan juga sebagai informasi mengenai pembangunan infrastruktur di Provinsi Sumsel dan lainnya.

Selain industri besar seperti batubara dan energy. Saat berkesempatan berdialog dengan Wapres Jusuf Kalla, Sumsel juga didorong untuk mengembangkan industry hilir, seperti yang diketahui Sumsel memliki kebun karet yang sanat besar namun saat ini harga karet relatif rendah.

“Untuk itu kita mendorong UKM yang ada untuk mengembangkan produk lainnya berbahan dasar karet sehingga seperti parts kendaraan dan lain-lain, tentunya TAA sebagai tempat pergerakan ekonomi,” ungkapnya.

Lanjutnya, dalam kesempatan ini Wapres  sangat mensupport penyelenggaran Asian Games di Palembang,” tutupnya.

Dalam sambutanya Wapres RI, Jusuf Kalla mengatakan, Sejarah kegiatan ini dimulai di Makassar pada akhir tahun 1988 dimana pada awalnya hanya digunakan untuk kepentingan bisnis.

“Maka, konektivtas sangat penting untuk masing-masing pihak (Negara), harus kita tingkatkan itu dan tentu perdagangan yang lebih baik lagi,” ujarnya.

Dia berharap, BIMP – EAGA dan IMT-GT ini bisa memperbaiki hubungan baik antar kelima negara yang terlibat dalam acara besar yang bertaraf internasional tersebut.

Selama ini hubungan ekonomi antar negara, lebih banyak hubungan ekonomi ilegal, utamanya di Kawasan Indonesia Timur, Mindanao Filipina, Sabah Malaysia. Untuk itu, JK mengajak semua peserta yang hadir untuk memformalkan hubungan baik secara ekonomi maupun keamanan.

Sementara itu Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Darmin Nasution menyampaikan, BIMP-EAGA dan IMT-GT ini dibentuk dengan tujuan utamanya mengurangi kesenjangan antar wilayah subnasional dan untuk memperkuat perdagangan lintas batas serta mempromosikan perdagangan, investasi, dan pariwisata. Trade Expo di Indonesia pada tahun ini mengangkat tema besar, yaitu “Strenghtening the Asian Maritim Economic Corridor and Food Security”.

“Latar belakang dari pemilihan tema tersebut, bahwa wilayah yang masuk dalam kerjasama ekonomi subregional ini umumnya adalah wilayah kepulauan jadi sangat tepat apabila diangkat penguatan sektor maritim dalam mendukung tujuan kerjasamanya. Sedangkan permasalahan ketahanan pangan juga menjadi perhatian semua negara ASEAN,” ujar Darmin.

Darmin menjelaskan, rangkaian acara BIMP-EAGA dan IMT-GT ini dibagi menjadi 3 kegiatan utama. Pertama, kegiatan trade expo selama 3 hari dari 14-16 oktober 2016, dengan jumlah booth 236 yang menampilkan berbagai produk unggulan sektor kemaritiman terutama kelautan dan perikanan, pertanian untuk mendukung ketahanan pangan, infrastruktur, industri pengolahan, industri kreatif, logistik, pariwisata, perdagangan barang dan jasa, dari masing-masing negara. Kedua, business conference, tercatat diikuti oleh sekitar 400-an peserta baik dalam negeri maupun luar negeri. Para pembicara berasal dari Indonesia, Malaysia, Thailand, Brunei, Filipina, Jepang, China dan Australia. Ketiga, business matching, tujuan utama untuk pertemuan kalangan bisnis lokal dan antar negara di wilayah forum ini.

Pada kegiatan ini Provinsi Sumsel mengikuti agenda trade expo dengan menampilkan berbagai informasi menganai proses pembangunan infrastruktur seperti Ligrht Rail Transit (LRT), Jalaln Tol Palembang-Indralaya (Palindra), Jembatan Musi IV dan Musi VI, Kawasan Khusus Tanjung Api-api, Jakabaring Sport City (JSC), Persiapan Asian Games 2018, Produksi dan Potensi Pertanian Perkebunan  dan Pertambangan dan Hasil Inovasi Hilirisasi produk perkebunan dan perikananan yaitu Kopi Pinang Miyoga dan Pindang Patin Kaleng. (korankito.com/rel)