Simpan Shabu Dicelana, Kurir Remaja Ditangkap Petugas

img_1332

Palembang – Lantaran nekat menjadi kurir narkoba jenis shabu, seorang remaja yakni M Chandra Adi Syahputra (20) diringkus petugas Polsek IB ll Palembang, di depan lorong rumahnya, sesaat dirinya tengah menunggu petugas yang menyamar sebagai pembeli (undercover buy), Rabu (19/10) sekitar pukul 15.00.

Tersangka yang tercatat sebagai warga Ki Gede Ing Suro, Gang Rela Kecamatan Gandus Palembang ini mengaku sudah enam bulan menjalani bisnis haram tersebut. Dari tangan tersangka, petugas berhasil mengamankan empat paket kecil shabu seberat 1 gram yang disembunyikan dalam celana dalam tersangka.

Dihadapan petugas, tersangka mengaku, jika paket shabu tersebut ia dapat dari seorang bandar bernama Dedi (DPO) yang memberi tersangka imbalan Rp 100 ribu dalam sekali antar. Dan tersangka mengakui jika ia sudah melakukan transaksi tersebut sebanyak sepuluh kali.

“Selama enam bulan ini saya sudah berjualan sebanyak sepuluh kali pak, dan Dedi memberi saya upah sebesar Rp 100 ribu dalam sekali antar pak,” ungkap Chandra saat diamankan di Mapolsek IB ll Palembang, Kamis (20/10).

Selain itu, tersangka menjelaskan jika dirinya terlanjur menjalankan bisnis tersebut lantaran ia butuh uang selagi dirinya belum bekerja. “Karena belum dapat kerja, jadi saya mau pak ditawari Dedi jual shabu miliknya. Dan uangnya saya pakai untuk beli keperluan sehari-hari,” jelasnya.

Sementra itu, Kapolsek IB ll Palembang, AKP Mayestika Hidayat mengatakan, jika tersangka merupakan target polisi yang sudah diincar sejak beberapa bulan yang lalu, setelah mendapatkan informasi tentang keberadaan tersangka. Pihaknya pun langsung melakukan undercover buy untuk menangkap tersangka.

“Berdasarkan informasi masyarakat, jika di kawasan tersebut sering terjadi transaksi narkoba. Mendapat informasi tersebut, kita lansung mencari identitas tersangka dan langaung melakukan penyamaran. Alhasil, tersangka berhasil kita tangkap didepan lorong rumahnya saat tengah menunggu pembeli,” ungkap Mayestika.

Akibat ulahnya tersebut, Chandra dijerat pasal 112 dan 114 KUHP dengan ancaman diatas lima tahun penjara. (korankito.com/kardo)