Bisa Dipercaya

SDN 89 Palembang Budayakan Hidup Bersih Sejak Dini

ejakPalembang – Sebanyak 779 pelajar sekolah dasar negeri (SDN) 89 Palembang, budayakan cuci tangan pakai sabun tiap masuk dan keluar kelas, Jumat (21/10).

 

Kegiatan ini digelar dalam memperingati hari cuci tangan sedunia yang jatuh pada setiap tanggal 15 Oktober. Seluruh tenaga pendidik dan pelajar SDN 89 merayakan hari cuci tangan sedunia dengan mempraktikkan cara mencuci tangan pakai sabun yang benar.

 

Kegiatan ini dihadiri Kepala Dinas Kehesatan (Dinkes) Provinsi Sumatera Selatan Lesty Nurainy, wakil Ketua PKK Sumsel Talita Ishak, serta tamu undangan lainnya.

 

Berita Sejenis

Delapan ‘Teroris Jakfar’ Ditetapkan Tersangka

Juruparkir Cekoki Miras dan Perkosa Bocah SD

Kids Zaman Now Menguncangkan Dunia

1 daripada 3.081

Menurut Kepala SDN 89 Palembang Rozanawati, sekolahnya telah membudayakan cuci tangan pakai sabun sejak 2013 silam. Ia ingin menanamkan budaya cinta kebersihan kepada anak didiknya sejak dini.

 

“Di sini (SDN 89), kami mempunyai sedikitnya 12 unit westafel yang ditaruh di depan kelas untuk para siswa mencuci tangan,” jelasnya kepada Koran kito.

 

Diakuinya, awalnya cukup sulit untuk membudayakan siswanya mecuci tangan sebelum dan sesudah pelajaran. “Kami harus mencontohkan dulu supaya anak bisa menirunya, baik dari cara mencuci tangan yang benar hingga menjada kebersihan lingkungan,” tambahnya.

 

Sementara itu, Lesty mengatakan, bersamaan dengan peringatan hari cuci tangan sedunia pihaknya ingin mewujudkan masyarakat sehat, serta menurunkan angka kematian pada anak-anak akibat gangguan kesehatan karena kurangnya air bersih. “Dari hasil survei dunia ada 5.000 orang yang meninggal setiap hari akibat diare,” tuturnya.

 

Cuci tangan pakai sabun merupakan salah satu indikator menjaga kesehatan sejak dini. Mencegah diare, lanjutnya, bisa dengan mencuci tangan hingga bersih setiap sebelum dan sesudah beraktivitas, terutama sebelum makan. “Cara pencucian tangan harus diikuti dengan benar, sekolah harus memfasilitasi, baik dari air bersih, sabun dan tempat cuci tangannya,” ujar Lesty.

 

Hal senada dikatakan Talita. Menurutnya, budaya hidup sehat ini harus menjadi tradisi anak-anak, seperti menjaga kesehatan dengan membiasakan mencuci tangan. “Karena anak adalah aset bangsa, ke depan yang diharapkan agar mereka menjadi anak yang berkualitas dan sehat. Peringatan hari cuci tangan sedunia ini juga bertujuan untuk menurunkan angka kematian, kalau anak sudah terbiasa hidup sehat, maka dapat mencegah penyakit,” kata Talita.eja