Bisa Dipercaya

Pindahkan Jaringan Internet, Dua Penggali Tanah Tewas

korbanPalembang-Tiga penggali tanah yang sedang memindahkan tiang jaringan internet Myrepublik, di Jalan Gubernur HA Bastari, Kelurahan 15 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I Palembang, tersengat aliran listrik, Jumat (21/10).
Akibat kejadian ini, dua orang korban Ledi (45) dan Jamik (48), merenggang nyawa di tempat kejadian perkara. Sementara temannya Made (40) masih dalam keadaan kritis dan mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Palembang BARI.

Kejadian naas tersebut, bermula saat ketiga korban sedang menggali lubang untuk memindahkan dan memasangan tiang jaringan interner tersebut. Pemindahan tersebut, dilakukan lantaran tiang yang lama, terkena pembanguan Light Rail Transit (LRT).

Ketika sedang menggali tersebut, cangkul besi yang digunakannya, mengenai kabel listrik bertegangan tinggi yang tertanam di dalam tanah. Alhasil, ketiga pekerja tersebut langsung kesetrum dan terpental.

Berita Sejenis

Simpan Lima Pelor, Udin Terjaring Razia

Berikut Penyebab ‘Learning Disabilities’ Yang…

Empat Begal ‘Cilik’ Dicokok Polisi

1 daripada 3.068

Malang bagi Ledi dan Jamik, keduanya tewas seketika. Sedangkan, Made dengan bantu warga dilarikan ke RSUD BARI Palembang guna mendapatkan perawatan.

“Mereka tersetrum ketika sedang gali tanah, tiba-tiba mereka menjerit dan terpental. Ada tiga orang korbannya, sudah dilarikan ke rumah sakit. Saya tidak tahu sudah meninggal apa belum,” ujar Beti (64), Pekerja Harian Lepas (PHL) Dinas Pertamanan Kota Palembang, yang melihat kejadian tersebut.

Pihak Myrepublik Ari (30) saat ditemui di RSUD Palembang BARI, membenarkan adanya ketiga pekerja yang tersengat aliran listrik. Namun, ia membantah kalau ketiganya pegawai Myrepublik.

“Mereka itu pegawai dari mitra kami, yang biasa melakukan pemindahan dan pemasangan jaringan internet milik perusahaan kami. Kami masih mencari tahu asal listrik itu, apakah dari dalam tanah atau atas. Sebab, lubang yang digali itu, berisikan air,” jelasnya.

Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Maruly Pardede menyebut, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kejadian tersebut. Termasuk juga melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pemeriksaan saksi. “Untuk memastikannnya kita lakukan olah TKP dan menyelidikinya,” jawabnya singkat.deny