Bisa Dipercaya

Kapolresta : Ke Stadion Nonton Bola Bukan Bertinju

dscn1066

Palembang – Sering terjadinya aksi tawuran dikalangan suporter Sriwijaya FC, membuta Kapolresta Palembang, Kombes Pol Tommy Aria Dwianto cukup geram. Menurutnya, Stadion merupakan tempat menonton bola, bukan menjadi tempat adu jotos atau bertinju.

“Ke Stadion itu nonton bola bukan bertinju. Marilah kita mendukung tim kesayangan kita SFC dengan damai, nyaman, dan sportif. Jangan anarkis,” ujarnya saat ditemui di ruang Satres Narkoba Polresta Palembang, Kamis (20/10) sekitar pukul 15.00.

Berita Sejenis
1 daripada 3.074

Ia mengatakan pihak Polresta Palembang, sudah berkerja sama dengan seluruh elemen suporter klub berjuluk Laskar Wong Kito tersebut. Agar nantinya, kejadian yang menewaskan seorang suporter SFC Naga Reno Cenopati (16) tidak terulang lagi kedepannya.

“Kita sudah bekerja sama dengan korlap-korlap suporter yang ada, agar kejadian kemarin tidak terjadi lagi. Dan, kita menonton bola ingin tenang, nyaman,” tuturnya.

Lanjutnya, pihaknya akan terus melakukan pengejaran terhadap tersangka yang terlibat pengeroyokan terhadap Reno, usai pertandingan Sriwijaya FC berhadapan Persegres Gresik United, di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Kamis (13/10) malam.

“Kita akan terus kejar pelaku yang terlibat didalam pengeroyokan tersebut, kita akan terus ungkap dari sekian pelaku yang saat ini sudah ditangkap,” tambah Tommy.

Seperti diketahui, sempat mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) BARI Palembang, seorang suporter SFC dari kelompok Singa Mania, Naga Reno Cenopati (16) yang tinggal di Rumah Susun Blok II, Kecamatan Bukit Kecil menghembuskan nafas terakhir.

Korban tewas setelah mengalami luka lebam disekejur tubuh, akibat dari pengeroyokan yang dilakukan puluhan kelompok suporter Singa Mania dari kordinator wilayah (korwil) Kertapati.

Tiga dari enam pelaku pengeroyokan berhasil ditangkap Unit Pidana Umum (Pidum) Sat Reskrim Polresta Palembang, MAT (17) warga Jalan Faqih Usman, Kelurahan 13 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I Palembang. Sedangkan, dua tersangka lainya masih duduk di bangku SMA di Kota Palembang, DI (16) dan RS (16). Sementara 6 pelaku lainya berinisial, AN, DA, AR, HD alias Gepeng, RL, serta AZ masih dalam pengejaran anggota Satreskrim Polresta Palembang.

Sementara itu, ayah korban KMS Kadir (42) berterima kasih dengan pihak kepolisian yang sudah menangkap para pelaku serta ia berharap agar pelaku lainnya cepat tertangkap juga untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Kami minta ditangkap semua pelakunya. Bila perlu dihukum seberat-beratnya, nyawa anaknya tak tergantikan dengan hukuman yang akan diterima para pelaku. Untuk itu, ia berharap polisi benar-benar memproses kasus ini,” harapnya. (korankito.com/denny)