Atasi Pungli, Kapolda Ajak Instansi Pemerintahan Berbenah

img_0359

Palembang – Setelah pemberitaan dirinya melakukan penyamaran menjadi warga sipil untuk menindak langsung ulah pelaku oknum polisi yang melakukan pungutan liar (pungli) beberapa waktu lalu. Kapolda Sumsel Irjen Pol Djoko Prastowo  kini akan menindak instansi eksternal Polri.

Bahkan, dirinya mengajak seluruh jajaran pemerintah berbenah diri dalam menjalankan birokrasi efektif, efisien, dan tanpa penyimpangan dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat. Instruksi tersebut diungkapkan Djoko saat acara silahturahmi dengan sejumlah pimpinan instansi pemerintahan di Mapolda Sumsel, Kamis (20/10).

Kapolda pun mengungkapkan, hal tersebut sesuai perintah Presiden Djoko Widodo untuk menindak dan memberantas pungli di tubuh polri. Bahkan, kini pihaknya langsung membentuk tim khusus yang bertugas mengontrol dan menindak ulah anggota nakal.

“Kita sudah bentuk tim khusus utuk mengawasi kinerja anggota dilapangan. Dan kini sudah bergerak. Saya tidak mau bicara teknis tangkapi pungli,” ungkap Djoko.

Selain itu, Djoko menjelaskan jika tindakan tersebut akan dimulai dengan pemanggilan pimpinan instansi untuk menyatukan misi dan semangat pemberantasan pungli terlebih dahulu.

“Kita akan fokus di internal dulu, dan setelah kita sampaikan ini kita akan keluar, eksternal. Kalo masih ada juga yang bandel, tahu sendiri bagaimana nanti tindak tegas sudah menunggu,” tegasnya.

Menurutnya, kontrol dan pengawasan terhadap kinerja instansi pemerintahan juga sangat perlu dilakukan. Sebab, perannya bersinggungan langsung dengan masyarakat, seperti Badan Pertanahan Nasional, Dinas Perhubungan, rumah sakit, dan lembaga lain.

“Sudah saya instruksikan, semuanya hadir kepala-kepala institusi lembaga. Kita ingin jangan hanya Polri berbenah, lembaga lain juga berbenah, sebab kita sudah diberi kepercayaan oleh masyarakat. Dan Bagaimana masyrakat percaya jika kita masih melakukan kejahatan pungli. Dan sebagai pelayan masyarakat, seharusnya kita memberikan keamanan dan kenyamanan, bukan malah membuat keresahan terhadap masyarakat. Pesan saya mari semuanya berbenah,” tutup Djoko. (korankito.com/kardo)