Universitas PGRI Bidik Ranking 500 Terbaik Dunia

dsc_0061

Palembang – Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Palembang membidik ranking 500 universitas terbaik dunia. Target itu akan dicapai dengan melakukanpeningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Rektor Universitas PGRI Palembang, Syarwani Ahmad mengatakan, untuk meningkatakan kualitas dosennya, maka pihaknya melakukan tiga kegiatan riset utama, seperti penelitian internasional, kunjungan profesor (visiting profesor) dan riset berkelanjutan (research fellowshif).

“Penelitian kolaborasi bertaraf internasional ini kami galakkan bagi dosen, agar bisa melakukan penelitian dengan universitas, institut dan lembaga riset internasional dengan tujuan masuk dalam 500 universitas terbaik dunia,” ujarnya disela acara siding senat terbuka wisuda di gedung Dekranasda Jakabaring, Kamis (20/10).

Visiting professor, lanjutnya, hanya bagi para guru besar agar terus dapat mengembangkan ide dan gagasannya melalui joint research maupun aktifitas akademik lainnya. Sedangkan untuk riset berkelanjutan, pihaknya memfasilitasi dosen bergelar doktor dalam mengembangkan penelitian sesuai bidang keilmuannya. Peningkatkan kualitas ini tujuannya untuk mempersiapkan output SDM yang mampu bersaing di dunia kerja internasional.

Bersamaan dengan ini, Syarwani mengatakan, dari jumlah total 1.161 mahasiswa yang diwisudakan, baik dari jenjang Dinpolama III (D3), starata 1 (S1) dan Pascasarjana, 156 orang cerdas diantaranya memperoleh predikat lulus dengan pujian. “Melalui program peningkatan kualitas dosen, tentu akan berdampak posotif bagi kualitas alumni kampus ini. Salah satunya jumlah lulusan yang mendapatkan predikat lulusan terbaik akan menjadi lebih banyak,” tambahnya.

Senada, Ketua YPLP PGRI Sumsel, Bukman Lian menambahkan, pihaknya akan terus berupaya mendorong pihak kampus untuk mereview setiap kegiatan perkuliahan di Universitas PGRI Palembang. Hal ini didasarkan atas tuntutan bahwa para sarjana alumni Universitas PGRI Palembang bisa diterima dengan baik diberbagai wilayah pengabdian sesuai keahlian dan keilmuan mereka. “Prosesnya memang panjang, tapi kami dari pihak yayasan tidak akan lengah sedikit pun dalam meningkatkan daya serap output di dunia kerja,” tutupnya. (korankito.com/eja)