Satu Emas Dihargai 250 Ribu

ryan-yohwari

Palembang – Dalam pagelaran Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) ke-XV 2016 di Jawa Barat, terselip cerita dari para atlet difabel yang bertarung membela nama Sumatera Selatan. Para atlet difabel yang berhasil menyabet medali emas ini, hanya diberi uang ‘saweran’ sebesar Rp 250 ribu.

Hal ini dikatakan salah satu atlet difabel yang mampu meraih juara satu di cabang olahraga renang, Jendy Pangabean.

Ia yang berhasil meraup dua emas di nomor 200 meter Gaya Bebas (S9) Putra 100 meter Gaya Punggung (S9) Putra ini, mengaku ‘hanya’ memperoleh Rp 250 ribu, jauh terpaut dengan atlet yang berlaga di Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-XIX di tahun dan tempat yang sama bisa mencapai Rp. 10 juta.

“Kalau uang saweran di lapangan, kami cuma dikasih Rp. 250 ribu. Jauh beda dengan dengan bonus atlet PON kemarin, kalau ga salah bisa sampai Rp. 10 juta,” ujarnya ketika diwawancarai melalui telfon selulernya.

Menurutnya selain kurang, ia juga menyayangkan jika hal tersebut. Menurutnya PON dan Peparnas merupakan satu paket sehingga seharusnya tidak ada diskriminasi. “Kami mengharapkan ada perubahan lah, minimal disamakan dengan atlet yang di PON. Kami ini kan satu paket, PON dan Peparnas, jangan dibedakan,” tuturnya.

Hal ini dibenarkan juga Ketua National Paralympic Committe (NPC) Sumsel Ryan Yohwari. Ketika atlet yang berlaga tersebut memperoleh medali, ia hanya disawer Rp. 250 ribu per medali emas, Rp. 150 ribu untuk medali perak dan Rp. 100 ribu untuk medali perunggu. “Kalau saya Alhamdulillah, sudah ada apresiasi untuk itu. Tetapi untuk atlet dan pelatih, mereka merasa di sepelekan,” tuturnya ketika dikonfirmasi.

Hal ini justru membuat atlet menjadi down. Bahkan menjadi tak bergairah lagi. Padahal di hari keempat ini, kontingen Sumsel sudah menembus angka 16 medali emas, 9 perak dan 20 perunggu. “Banyak juga beberapa orang tua atlet yang mengeluhkan hal demikian, mereka menelfon saya menanyakan hal demikian,” ucapnya.

Sementara itu ketika dikonfirmasi, Chief de Mission (CDM) kontingen Sumatera Selatan Ahmad Yusuf Wibowo tak bisa dihubungi melalui telfon selulernya. (korankito.com/akas)