Ribuan Kosmetik dan Obat-obatan Ilegal disita Polisi 

dscn1056

Palembang – Satuan Reserse Kriminal (Satres) Narkoba Polresta Palembang, berhasil mengamankan ribuan kosmetik serta obat-obatan yang tidak memiliki izin dari Badan Pengawasan Obat Makanan (BPOM) yang akan diperjual belikan di Kota Palembang.

Ribuan kosmetik dan obat-obatan tersebut, disita dari tiga pelaku yakni ND (40) warga Jalan KH Azhari, Kelurahan 9-10 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I, YT (38) warga Jalan Kapten Marzuki, Kelurahan Sei Pangeran, Kecamatan Ilir Timur (IT) I Palembang.

Sementara pelaku lainnya, EP (26) yang tinggal di kawasan Jalan KH Azhari, Lorong Kencana, Kelurahan 12 Ulu, Kecamatan SU I Palembang. Kini, ketiganya harus mendekam di sel tahanan Mapolresta Palembang, guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Jadi, Satres Narkoba Polresta Palembang, berhasil mengamankan barang-barang farmasi yang tidak memiliki izin dari BPOM dan jika digunakan secara terus-menerus akan mengganggu kesehatan bagi penggunanya,” ujar Kopolresta Palembang, Kombse Pol Tommy Aria Dwianto, saat gelar perkara di ruang Satres Narkoba Polresta Palembang, Rabu (19/10) sore.

Para pelaku ditangkap di tempat yang berbeda, yang pertama Satres Narkoba Polresta Palembang, menangkap ND di rumahnya sedang menjual alat-alat kosmetik tersebut. Dari tangan tersangka ND, polisi mengamankan 1784 kosmetik ilegal, dari berbagai merk.

Selanjutnya, polisi menangkap tersangka YT saat sedang berjualan di tokoh kelontong miliknya, di Jalan Letnan Jaimas tepatnya Pasar Cinde, Kecamatan IT I Palembang. Dari tangan pelaku, polisi menyita 50 alat-alat kosmetik dari berbagai merk.

Terakhir, Satres Narkoba Polresta Palembang menangkan EP yang sedang berjualan obat-obatan terlarang, di kawasan Pasar 16 Ilir, Kelurahan 16 Ilir, Kecamatan IT I Palembang. Dari tangan pelaku, polisi menyita 1013 butir obat-obatan ilegal, diantaranya 511 butir Alprazolam dan 294 butir Dextro atau pil koplo.

“Setelah kita kroscek dari beberapa sample BPOM, kosmetik dan obat-obatan yang dijual para tersangka ini menganggap bahan berbahaya, sepeti pewarna tekstil,” tambah Tommy didamping Kasat Narkoba Polresta Palembang, Kompol Rocky Marpaung.

Lanjutnya, untuk menekan beredarnya kosmetik ilegal, pihaknya akan melakukan razia kembali di pasar-pasar tradisional, lantaran penjualan barang ilegal tersebut, banyak terdapat disana. “Mereka mengaku, mendapatkan barang tersebut, dari jula beli Online Shop,” katanya..

Sementara itu, tersangka ND mengaku sudah menjual kosmetik ilegal tersebut sudah tiga bulan terakhir. “Saya beli dari seseorang yang tinggal di Jakarta, melalui online. Sudah tiga bulan ini pak, uangnya untuk makan anak-anak,” ujarnya.

Disisi lain, EP mengaku kalau ia membeli obat-obatan tersebu dari seorang yang berjualan di Pasar 16, satu putrinya dijualnya seharga Rp 10 ribu. “Kalau beli dari dia Rp3 ribu pak, saya jual Rp10 ribu. Sehari bisa dapatkan uang Rp 500 ribu,” tutur wanita muda ini.

Sedangkan YT membantah, kalau ia sudah menjual kosmtik tersebut, menurutnya toko kelontong tersebut merupakan milik bosnya yang sudah meninggal dunia. “Saya hanya meneruskan usaha dia saja pak, anak-anaknya tidak mau. Jadi, untuk menghabiskan barang itu, saya yang disuruhnya,” tutup YT. (korankito.com/denny)