PD Pasar Ancam Segel Kios Pedagang Pasar 16

img_0341

Palembang – Ratusan pedagang Pasar 16 Ilir Palembang kembali resah. Ini menyusul keluarnya surat edaran PD Pasar Palembang Jaya berisikan agar pedagang segera melunasi biaya sewa. Surat edaran tertanggal 14 Oktober 2016 dan ditandatangani langsung Dirut PD Pasar Palembang Jaya, Asnawi P Ratu dianggap pedagang sebagai ancaman yang menyebabkan tidak bisa berjualan lagi di pasar tersebut.

Salah seorang pedagang yang enggan disebutkan namanya mengaku, sangat keberatan dengan adanya surat edaran itu, apalagi bernada ancaman. “Jika ingin tetap berdagang di pasar 16 Ilir, pedagang harus segera melunasi pembayaran sewa,” kata pedagang yang sudah berjualan di pasar tersebut selama 8 tahun.

Bukan hanya menekan untuk segera melunasi biaya sewa, tapi nilai sewa yang dibebankan kepada para pedagang sangat tidak masuk akal. Karena selain biaya tahunan, pedagang juga dibebankan biaya sewa bulanan.

“Ini tidak masuk akal. Kami bukan pengusaha besar,” ujarnya sembari mengatakan harga sewa paling tinggi Rp 35 juta pertahun untuk basement dan biaya bulanan Rp 1 juta lebih.

Pedagang lainnya juga mengungkapkan hal serupa, dimana menurutnya, PD Pasar Palembang hanya ingin mencari kekakayaan dengan memeras rakyat kecil. Padahal, ia berdagang hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Kami sangat keberatan, kami minta walikota Palembang memikirkan nasib kami. Jangan asal menentukan harga, tanpa ada kesepakatan dengan kami,”katanya.

Menyikapi hal itu, Dirut PD Pasar Palembang Jaya, Asnawi P Ratu menegaskan, jika ada pedagang yang tidak sepakat dengan biaya sewa. Silahkan datang ke kantor PD Pasar. “Saya tegaskan, apabila ada pedagang merasa tidak setuju datang ke kantor. Kami akan jelaskan, jangan berkoar-koar di media,”katanya.

Surat edaran PD Pasar Palembang Jaya bernomor 511.2/2/752/PD.Psr/2016 tertanggal 14 Oktober 2016 yang ditujukan kepada seluruh pedagang pasar 16 Ilir yang berbunyi berdasarkan Peraturan Walikota (Perwali) Palembang Nomor 38 Tahun 2016 tentang tarif jasa pengelolaan pasar, dengan ini disampaikan beberapa poin seperti, seluruh pedagang yang menempati petak, kios dan los segera membayar sewa petak.

Pembayaran sewa juga paling lambat dilakukan pada 22 Oktober 2016. Apabila batas waktu pembayaran tersebut pihak penyewa (pedagang) belum melaksanakan pembayaran, maka PD Pasar Palembang Jaya dengan tim terpadu yakni polisi, kodam, Satpol PP dan instansi terkait akan menyegel petak para pedagang. (korankito.com/ria)