Bisa Dipercaya

Lahat Minta Tambahan Dokter

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lahat minta perhatian khusus dari pemerintah pusat terkait dengan kebutuhan tenaga dokter.

Lahat – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lahat minta perhatian khusus dari pemerintah pusat terkait dengan kebutuhan tenaga dokter, sebab saat ini baru ada 39 dokter berstatus pegawai negeri sipil (PNS) yang melayani masyarakat di 376 desa.

Bupati Lahat H Aswari Riva’i mengungkapkan, 39 dokter PNS itu terdiri dari 26 orang dokter umum dan lima orang dokter gigi. Sedangkan delapan orang dokter gigi lainnya masih berstatus pegawai tidak tetap (PTT), yang ditempatkan di 31 Puskesmas. ‘

Berita Sejenis

Dzumafo Perketat Pesaingan Lini Depan SFC

Polda Sumsel Sidak Pasar dan Siagakan Pasukan

Peran Motivasi Orangtua Terhadap Prestasi Anak

1 daripada 3.109

’Bidan tercatat ada 169 orang yang berstatus PNS yakni 88 orang diantaranya bidan berstatus PTT pusat dan 40 orang bidan lainnya berasal dari PTT Daerah, sisanya bidan PNS Lahat,’’ ujar Aswari, Rabu (19/10).

Untuk itu, papar Bupati, kiranya Pemerintah Pusat dapat memberikan perhatian khusus kepada Kabupaten Lahat. Adapun kecamatan di Kabupaten Lahat yang saat ini masih membutuhkan penambahan tenaga medis diantaranya Kecamatan Kikim Barat, yang diharapkan dapat melayani masyarakat di 16 Desa.

“Sebagian besar masyarakat di sana (Kikim Barat – red) tidak memungkinkan untuk berobat ke Kota Lahat. Sebab, jarak tempuh ke Kota Lahat dari sana harus memakan waktu hampir dua jam,” ungkap Aswari.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Lahat H. Rasyidi Amri mengatakan, untuk mengatasi kekurangan dokter, pihanya telah menempatkan tenaga bidan di sebagian besar desa yang ada di Kabupaten Lahat.

“Kami sendiri telah mengusulkan penambahan tenaga dokter dan bidan setiap tahunnya untuk mencukupi kebutuhan tenaga medis sekarang ini. Namun, realisasi usulan itu tergantung keputusan Pemerintah Pusat,” jelasnya.

Dengan pelayanan yang prima, lanjutnya, diharapkan tenaga medis dengan jumlah yang ada sementara ini dapat membantu melayani kebutuhan kesehatan masyarakat. Sehingga, masyarakat di desa pun tidak perlu lagi mendatangi rumah sakit, karena sudah ada tenaga medis di masing-masing desa.

“Penduduk desa cukup mendatangi puskesmas atau bidan desa, sehingga dapat mempercepat pelayanan. Terkecuali jika penyakit yang diidap pasien memerlukan penanganan lebih serius, maka barulah dapat dirujuk ke Rumah Sakit,” terangnya.

Selain itu, ditambahkannya, pihaknya saat ini juga terus mengutamakan pembinaan yang berkenaan dengan sistem dan pola pelayanan yang baik menurut standarisasi yang ada, serta sikap dan prilaku maupun efek yang mungkin timbul jika hal-hal tersebut tidak diperhatikan. “Selanjutnya juga pemanfaatan dan manajemen atau pengelolaan dana bantuan operasional kesehatan,” ujarnya.

Selain itu, untuk mengoptimalkan pelayanan kesehatan Dinkes Lahat juga melakukan aksi jemput bola bidang kesehatan lewat program dokter masuk desa (DMD) yang telah dilakukan sejak 2012.

Tugasnya, kata Rasyidi, untuk menjangkau masyarakat yang belum mendapatkan pelayanan kesehatan gratis atau cuma-cuma. Target lain melakukan penyuluhan tentang kesehatan dan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Lalu menjaring pasien dari kalangan kurang mampu misalnya menderita katarak, bibir sumbing dan hidrocefallus untuk dirujuk dari puskesmas hingga rumah sakit dan diobati secara intensif.

‘’Upaya jemput bola dalam mendatangi pasien yang dilakukan 4-5 kali dalam sepekan tersebut juga membawa dokter spesialis untuk berkunjung ke puskesmas melakukan pelayanan kesehatan yang terjadwal sehingga pasien penyakit khusus dikumpulkan untuk menerima pelayanan kesehatan, antara lain dokter spesialis kebidanan serta transfer knowledge untuk tenaga medis yang ada di puskesmas,’’ paparnya. (korankito.com/hasjim)