Bisa Dipercaya

Dispora Bakal Tunjuk Satu Sekolah Rujukan Tiap Kecamatan

received_1516119875081075

Palembang – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Palembang akan tunjuk satu sekolah ditingkat pendidikan dasar dari tiap kecamatan, untuk menjadi sekolah rujukan.

Ini dilakukan sebagai upaya percepatan peningkatan mutu pendidikan, terutama pendidikan dasar dari jenjang sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah pertama (SMP).

Berita Sejenis

Kisah Anak Putus Sekolah Karena Biaya!

Dampak Gadget Bagi Pelajar

SFC ‘Galau’ Ikut Piala Presiden Atau Tidak

1 daripada 3.089

“Dari data yang ada saat ini masih sangat minim sekolah berstatus rujukan, terlebih ditingkat nasional. Nantinya, akan ada 17 SD dari setiap kecamatan di kota Palembang yang nantinya dipersiapkan sebagai calon sekolah berujukan nasional,” ungkap Kasi Kurikulum, TK/SD Disdikpora kota Palembang, Haris Basid.

Ia mengatakan, untuk awal, pihaknya merintis sekolah rujukan ditiap kecamatan dijenjang SD terlebih dahulu. Kedepan, sekolah rujukan tingkat kecamatan ini akan ditingkatkan hingga berstatus rujukan nasional. Di  Palembang sendiri, hanya ada satu SD rujukan nasional, yakni SD Negeri 117 Palembang. Dari total SD yang berjumlah 268 sekolah, tentunya ini sangat kurang.

“Kami fokus dulu ketingkat SD, sembari mengevaluasi, baru kami akan menunjuk yang ditingkat SMP. Dengan target tahun depan akan ada 17 SD rujukan yang kita ajukan ke kementerian pendidikan dan kebudayaan (Kemdikbud). Setiap sekolah yang ditunjuk tidak mesti memenuhi keseluruhan 8 SNP, tapi akan dipilih sesuai bidang apa yang mereka unggulkan. Jadi, nanti percepatan pendidikan dapat lebih terasa,” bebernya disela seminar pengembangan sekolah rujukan nasional di aula sekolah Harapan Mulia Palembang, Rabu (19/10).

Menurut Haris, sekolah rujukan nasional merupakan sekolah yang memiliki prestasi dan kelebihan dalam penerapan pelayanan pendidikan dan memenuhi 8 standar nasional pendidikan (SNP). Dan yang lebih diutamakan adalah pengembangan tiga gerakan program kemendikbud meliputi budi pekerti, budaya literasi dan pendidikan keluarga.

“Guna mendukung program Kemendikbud maka kami me ngundan 61 SD inti berprestasi se-Kota Palembang, untuk mendapatkan pembelajaran menjadi sekolah rujukan nasional. Pengimbasan inilah yang kami tujukan sebagai output dari penambahan sekolah rujukan nasional,” ungkapnya.

Selain itu, akan ada banyak keuntungan yang didapatkan sekolah yang menjadi rujukan nasional, mulai dari lebih dipermudah dalam mendapatkan bantuan dana dan bantuan lainnya. Serta sekolah rujukan nasional merupakan prioritas utama dari kemendikbud dalam mensosialisasikan progam terbarunya.

Sementara itu, Kepala sekolah berstatus rujukan nasional SD 117 Palembang, Toman Siregar menambahkan, sekolah harus totalitas dalam menggapai predikat sekolah rujukan, tidak mudah untuk mampu tembus standar Kemendikbud untuk menjadi sekolah rujukan. Perlu melewati beragam proses dan persiapan yang cukup panjang dan ketat.

“Awalnya ada 3 sekolah yang maju sebagai calon sekolah rujukan. Alhasil, syukur SDN 117 lah yang lolos saat itu,” tambahnya.

Sebagai SD rujukan nasional, lanjutnya, pihaknya ditugaskan untuk mengimbaskan kepada seluruh SD lainnya untuk mensosialiiasikan progam Kemendikbud, terutama pengembangan karakter siswa menyangkut budi pekerti dan pendidikan keluarga.

“Kami ingin menerapkan sekolah berliterasi dengan mengajak siswa giat membaca, sekaligus mengajarkan siswa untuk saling menghormati satu sama lain disetiap SD di Kota Palembang,” pungkasnya. (korankito.com/eja)