Bisa Dipercaya

Dispenda Bakal Gandeng Bank, Alfa Mart dan Indomaret

fb_img_1476870128886

Palembang – Pajak merupakan hal strategis karena merupakan sumber utama dalam melaksanakan pembangunan. Tanpa adanya pemasukan dari pajak pembangunan tidak akan bisa berjalan. Hal itu diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, Harobin Mastofa.

Menurutnya kinerja Dispenda untuk bisa meningkatkan PAD Kota Palembang melalui sektor pajak ini sudah cukup baik. Dengan realisasi pencapaian sebesar Rp. 800 miliar sampai saat ini menunjukkan pencapaian yang sangat bagus. Hanya saja perlu ditingkatkan lagi pengawasan terhadap Wajib Pajak (WP) baik perorangan dan perusahaan yang belum taat bayar pajak.

Berita Sejenis
1 daripada 3.069

“Perlu lebih gencar lagi lakukan sosialisasi dan pendekatan secara persuasif kepada msayarakat agar mereka sadar akan kewajiban untuk membayar pajak,” ungkapnya usai acara Pemberian Penghargaan Kepada Wajib Pajak Berprestasi di Hotel Novotel, Rabu (19/10).

Ia menjelaskan sosialisasi tidak akan cukup juga tanpa perbaikan dari sisi pelayanan. Karena itu dibutuhkan inovasi untuk mempermudah WP membayar pajak. Dengan layanan online akan mempermudah WP melakukan pembayaran pajak. “Kalau masih belum mau bayar juga upayakan untuk lakukan jemput bola,”ujarnya.

Selain itu juga melalui sistem pelayanan secara online, akan turut membantu Pemerintah untuk memberantas pungutan liar (pungli) yang marak terjadi pada sistem pelayana publik. Bahkan untuk memberantas pungli tersebut Pemkot Palembang sudah membentuk tunas-tunas integritas dan komite integritas yang bekerjasama dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan juga DPRD kota Palembang. “Pemkot dukung Pemerintah berantas pungli,”tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendapatan daerah (Dispenda) Kota Palembang, Sodikin mengatakan ada beberapa WP yang membandel membayar pajak. Salah satunya restoran Rumah Makan Padang.

“Ada yang telat bayar,” ujarnya sembari mengatakan sanksi tegas sampai dengan pencabutan izin dan penutupan untuk WP yang tidak bayar pajak.

Ia menjelaskan, untuk realisasi pencapaian pajak sampai dengan September, sudah memasuki angka 800 miliar. Pencapaian ini didapatkan diantaranya dari 9 objek pajak diantaranya pajak retribusi restoran, hotel, hiburan dan parkir.

“Untuk penyumbang pajak terbesar yakni pajak dari penerangan jalan yang dibayarkan oleh PLN sebesar Rp. 142 miliar. Setelah itu ada Pajak Bumi dan Bangunan sebesar Rp. 107 miliar, tukasnya.

Mengenai upaya pembayaran pajak secara online tambah Sodikin, pihaknya memang sedang menajaki kerjasama dengan beberapa bank dan gerai Alfanart dn Indomaret. Dengan kerjasama seperti itu, akan lebih memudahkan WP membayar pajak. “Nantinya tidak ada alagi alasan WP untuk tidak membayar pajak,” pungkasnya. (korankito.com/ria)