Bisa Dipercaya

Angka Partisipasi Sekolah di Lahat Meningkat 

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Lahat angka partisipasi sekolah di Lahat meningkat.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Lahat angka partisipasi sekolah di Lahat meningkat.

Lahat – Pembangunan bidang pendidikan yang dilakukan Pemerintak Kabupaten (Pemkab) Lahat bukan cuma fokus pada peningkatan sumber daya manusia (SDM). Infrastruktur pendidikan juga digenjot untuk mengimbangi perbaikan kualitas pendidikan secara komprehensif di Lahat.

Perhatian Pemkab Lahat yang dinakhodai H Aswari Riva’i itu dari waktu ke waktu terus ditata. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Lahat mengungkapkan, banyaknya sekolah menurut tingkat pendidikan di Lahat dari 2010 hingga 2015 menunjukkan peningkatan. Pada 2010 banyaknya sekolah mulai sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA) 473 sekolah meningkat menjadi 450 sekolah.

Berita Sejenis
1 daripada 3.074

Begitu pula banyaknnya guru menurut tingkat pendidikan, yang semula 9.229 guru pada 2010 lalu lima tahun kemudian bertambah menjadi 9.756 tenaga pengajar. Peningkatan guru itu terutama terjadi peningkatan pada tenaga pengajar SMA yang semula 1.292 guru bertambah 49% atau 2.201 guru di tahun 2015. ‘

’Untuk angka partisipasi sekolah (APS) di Lahat juga meningkat, pada jenjang SMA pada pada kurun waktu lima tahun yang tadinya 66,30% pada 2010 menjadi 82,65% di tahun 2015. Untuk sekolah menengah pertama (SMP) dari 91,81% menjadi 100% pada 2015, sedangkan tingkat SD lumayan pada 2010 diangkat 99,35% bertambah 99,67% selama lima tahun,’’ ujar Kepala Dinas Pendidikan, Sutoko.

Dia mengaku, selama kepemimpinan Bupati Aswari infrastruktur pendidikan memang menjadi salah satu perhatian. ‘’Melalui pembenahan sektor pendidikan itulah nantinya akan menjadikan Lahat lebih baik kedepan,’’ paparnya.

Tidak cuma pendidikan 12 tahun yang menjadi komitmen, untuk tingkat perguruan tinggi Pemkab Lahat telah meresmikan Akademi Komunitas Negeri (AKN) dengan sejumlah program studi jenjang diploma yang dikhususkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja trampil dalam bidang pertambangan dan energi.

‘’Kami juga mengembang pendidikan untuk jenjang akademi untuk menjawab kebutuhan para investor yang menanamkan modalnya di Lahat agar kesempatan untuk berkarya di daerah ini lebih nyata dilakukan para generasi Lahat. Saya berharap warga Lahat tidak menjadi penonton di negerinya sendiri tetapi ikut pula berkiprah membangun Lahat,’’ tegas Bupati Aswari.

AKN, tambah Aswari, menyiapkan tenaga-tenaga trampil dibidangnya yang khusus menguasai sektor pertambangan. Sebab salah satu potensi sumber daya alam (SDA) di Lahat yakni pertambangan dan investor juga banyak yang melilirk di bidang itu. ‘’Jadi kami punya SDA sekaligus memiliki SDM nya, sehingga investor tidak perlu bersusah payah lagi,’’ urai Wari.

Seperti diketahui pula, Lahat juga pemegang rekor program satu desa satu pendidikan anak usia dini (PAUD) melampaui target di Sumsel. Program yang digerakkan Hj. R. Rukmi Kurnia Sismartianti Aswari tersebut mendapat apresiasi banyak pihak termasuk dari Ketua PKK Sumsel Eliza Alex Noerdin yang menobatkan Bunda Lisa — panggilan akrab Hj. R. Rukmi Kurnia Sismartianti Aswari– sebagai bunda PAUD Lahat. (korankito.com/hms)