Protes, PKL Lorong Basah Geruduk Pemkot

img-20161019-wa0013Palembang – Ratusan pedagang kaki lima (PKL) Lorong Basah Pasar 16 Ilir, Palembang, mendatangi Kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, Rabu (19/10). Para PKL ini resah karena akan ada pembangunan kios Lorong Basah atau tepatnya di depan Pasar 16 Ilir.

Sebelumnya para PKL longmarch dari pasar menuju kantor Pemkot Palembang. Mereka membawa atribut karton, spanduk merah dan bendera merah putih, ratusan massa mendesak pemerintah agar menolak pembangunan kios di Jalan Sentot Ali Basah, Kelurahan 16 Ilir.

Koordinator aksi Zulkifli mengatakan, para pedagang keberatan dengan adanya pembangunan kios. Menurutnya dengan adanya pembangunan kios akan memunculkan harga sewa sehingga para pedagang akan tergusur karena tidak mungkin mampu membayar sewa yang akan ditetapkan oleh PD Pasar.

“Pedagang kaki lima sudah lama menempati tempat tersebut dan mendapat izin dari pemilik ruko serta diperkuat dengan Perwali nomor 29 tahun 2006. Bahkan pedagang juga membayar setoran untuk PAD Palembang melalui retribusi yang dipungut PD Pasar berdasarkan karcis penagihan,” ujarnya.

Menurutnya, aksi damai kali ini sebagai bentuk permohonan perlindungan kepada Pemkot Palembang untuk menghentikan pembangunan kios tersebut. “PKL tidak mungkin mampu membayar sewa kios itu nantinya karena diperkirakan akan mahal. Makanya kami sangat keberatan dengan pembangunan kios itu,” tegasnya.

Guna membicarakan persoalan tuntutan PKL Lorong Basah, Kepala PD Pasar Asnawi P Ratu dan asisten IV bidang kesejahteraan rakyat Agus Kelana menyambut perwakilan pedagang di ruang asisten IV. Pedagang pun menyampaikan seluruh tuntutan dan keberatan atas pembangunan kios di Lorong Basah.

Asnawi P Ratu mengatakan, demo hari ini karena kurangnya komunikasi dan adanya penyampaian informasi yang salah kepada pedagang. Sehingga menyebabkan para pedagang menjadi resah. Ia menjelaskan mengenai pembangunan kios di Lorong Basah merupakan salah satu upaya pihaknya untuk melakukan penataan pasar agar lebih rapi lagi.

“Pedagang ini takut digusur. Padahal nantinya mereka akan dirempatkan di kios-kios tersebut,” jelasnya.

Ia pun menjelaskan memang akan ada tarif sewa yang akan dikenakan kepada para pedagang. Namun untuk besarannya masih akan dirapatkan lagi. Tentunya jangan sampai memberatkan pedagang.

“Kita akan rapat kembali dengan mengajak pihak pedagang dan Pemkot. Kita akan cari solusi terbaik,” ulasnya.

ria