Polresta Palembang, Gelar Rekonstruksi Terbunuhnya Reno

img_20161018_174729

Palembang – Usai menangkap tiga dari sembilan tersangka pembunuhan terhadap anggota suporter Sriwijaya FC dari kelompok Singa Mania, Naga Reno Cenopati (16) yang tewas dalam bentrok berdarah usai pertandingan Sriwijaya FC melawan Persegres Gresik United, Kamis (13/10) malam.

Unit Pidana Umum (Pidum) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Palembang menggelar rekonstruksi terbunuhnya suporter SFC yang tinggal di Rumah Susun (Rusun) Blok II, lantai III, Kelurahan 20 Ilir, Kecamatan Bukit Kecil Palembang tersebut.

Rekonstruksi yang digelar di tempat kejadian perkara (tkp) di dalam stadion tepatnya di Tribun Utara dan area parkir sepeda motor belakang Tribun Utara, Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Selasa (18/10) sore, sedikitnya 19 adegan diperagakan.

Dalam rekonstruksi tersebut, turut dihadirkan tiga pelaku yang sudah tertangkap yakni MAT (17), DI (16) serta RS. Sementara, enam pelaku lainnya yang masih buron yaitu AN, DA, AR, HD alias Gepeng, RL, serta AZ diperagakan oleh pemeran penggantin.

Pada adegan pertama, korban Reno bersama temannya dari korwil Radial yang diperagakan oleh anggota polisi, beridiri tepat dibawah para tersangka. Lalu, dilanjutkan dengan saksi Siska dari kelompok korwil Kertapati temannya pelaku, menghina wanita Radial dengan sebutan “lonte”.

Diadegan ketiga, Reno yang mendengar perkataan saksi tersinggung serta menantang tersangka AN dan suporter korwil Kertapati lainnya untuk berkelahi. Korban bersama temannya pun langsung memukul tersangka MAT, sehingga perkelahian antara kedua kelompok tersebut terjadi.

Beruntung, petugas keamanan yang masih melakukan penjagaan di dalam Stadion GSJ Palembang, langsung melerai perkelahian tersebut, sehingga tak sampai meluas. Korban bersama rekannya, kembali duduk, untuk menyaksikan pertandingan kembali.

Adegan ke sembilan, korban mengajak teman-temannya untuk pulang dari dalam stadion melalui pintu utama. Selanjutnya, korban bersama temannya duduk di halaman tribun utara GSJ. Pada saat itulah, tersangka AN mendatangi korban seraya membawa helm.

Diadegan 12 ini, tersangka AN memukul korban menggunakan helm, sedangkan tersangka DI dan RS memukul serta menendang korban. Saat bersamaan teman-teman Reno pergi untuk menyelamatkan diri.

Adegan ke 15, Reno pun terduduk sembari menangkis serangan dari pada pelaku. Akan tetapi, datang lagi pelaku lainnya yakni DA, HR, RL, AL dan AR yang langsung memukul serta menendang korban. Melihat korban tak berdaya para pelaku akhirnya melarikan diri.

Korban pun berusaha menyelamatkan diri hingga terkapar di halaman parkir Stadion GSJ Palembang, dan akhirnya ditemukan petugas. Reno pun langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) BARI Palembang, guna mendapatkan perawatan intensif. Namun, korban menghembuskan nafas terakhir, pada Jum’at sekitar pukul 04.00.

Sementara itu, ayah korban yang menyaksikan rekonstruksi tersebut, berterima kasih dengan pihak kepolisian yang sudah menangkap para pelaku serta ia berharap agar pelaku lainnya cepat tertangkap juga untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Kami minta ditangkap semua pelakunya. Bila perlu dihukum seberat-beratnya, nyawa anaknya tak tergantikan dengan hukuman yang akan diterima para pelaku. Untuk itu, ia berharap polisi benar-benar memproses kasus ini,” harapnya. (korankito.com/denny)