Bisa Dipercaya

Nyamar Jadi Sopir, Kapolda Sumsel Diminta Uang Damai

 

img_1089

Palembang – Dalam menangani kasus pungutan liar alias pungli yang dilakukan oknum polisi, Kapolda Sumsel Irjen Pol Djoko Prastowo turun langsung untuk menangkap para pelaku pungli tersebut.

Berita Sejenis

Rani Divonis DuaTahun Penjara

Berkas Pungli Dana Desa Empatlawang Dilimpahkan

Polres Lahat Tetapkan Tiga Tersangka Dugaan Pungli…

1 daripada 8

Bahkan Kapolda sempat melakukan penyamaran sebagai warga sipil dan berpura-pura melanggar lalu lintas. Hal ini ia lakukan agar dapat menyelidiki secara langsung kegiatan pungli yang dilakukan para oknum yang tidak bertanggungjawab.

Langkah orang nomor satu di Polda Sumsel ini membuahkan hasil. Perwira tinggi kepolisian ini memergoki anak buahnya yang melakukan pungli. Saat itu, Djoko sengaja mengendarai mobil seorang diri tanpa pengawalan. Melihat ada anggota yang bertugas, Djoko kemudian melanggar lalulintas. Alhasil, mobil Djoko dihentikan dan dirinya dibawa ke pos polisi.

Di dalam pos tersebut, jenderal bintang dua ini diminta uang damai oleh anggota dengan arogan lantaran telah melakukan pelanggaran. Lantara terdesak dan bersalah, Djoko pun mengeluarkan uang yang diminta sang oknum.

Nah, setelah uang damai itu diberikan, dia baru mengaku sebagai Kapolda Sumsel lalu menangkap oknum aparat yang melakukan pungli kepada dirinya. Irjen Djoko kemudian menghubungi Kabid Propam Polda Sumsel Kombes Pol Hendro agar datang ke lokasi untuk mengamankan oknum yang telah melakukan pungli.

“Kemarin sempat menyamar dan saya sengaja ditilang untuk langsung melihat aktivitas pungli yang diduga dilakukan oknum polisi. Saat itu anggota tersebut memaksa minta duit damai. Padahal waktu itu saya pura-pura ditilang saja. saya tanya mana surat tugas, malah tidak bisa menunjukkan, ya tak butuh waktu lama anggota tersebut ditangkap,” ungkap Djoko, Selasa (18/10).

Djoko juga sangat menyesalkan masih ada anggotanya yang melakukan pungli. Namun karena dirinya melihat lansung,  kini ia pun tak segan menindak tegas petugas kepolisian yang melanggar disiplin dan kode etik.

“Kali ini tak ada toleransi lagi, sesuai perintah Presiden, saya akan tidak tegas para oknum yang melakukan pungli. Ini sudah keterlaluan, apa lagi jika hal tersebut mencoreng institusi Polri,” tegasnya.

Menurut Kapolda, sepuluh anggota polri di wilayah hukum Polda Sumsel ditangkap lantaran tepergok melakukan pungutan liar  di wilayah Palembang, Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, Banyuasin, Ogan Komering Ulu Timur, dan daerah lain. Kesepuluh anggota tersebut kini tengah diperiksa Propam Polda Sumsel.

“Sudah ada sepuluh anggota yang kita tangkap karena pungli. Mereka masih diproses. Tugasnya ada dari Sabhara, Lantas, dan anggota lainnya,” pungkas Irjen Djoko. (korankito.com/kardo)