Manisa Berharap Pembunuh Anaknya  Dihukum Berat

img-20161018-wa0010

Palembang  – Rasa sedih dirasakan oleh Manisa (70), saat mengetahui putrinya Sri Ekawati (43), menjadi korban pembunuhan. Terlebih jenazah Sri dibuang di pinggir parit kawasan Jalan SMA Negeri 19, Kelurahan 15 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I.

Jenazah korban sempat diautopsi di Rumah Sakit Bhayangkara,  sebelum akhirnya dibawa ke kediaman ibunnya di kawasan Jalan Sentosa, Lorong Keluarga, Kecamatan Plaju, untuk kemudian dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Talang Karet, Selasa (18/10).

Menurut Manisa, sebelum peristiwa pembunuhan tersebut, terakhir kali ia bertemu anaknya itu pada hari Minggu sore. Ketika itu, Sri pamit pulang setelah sebelumnya menginap di kediaman Manisa.

“Jadi malam Minggu sebelum peristiwa tersebut, Sri ke rumah, dia menginap. Nah hari Minggu itu sekitar pukul 17.30 dia pulang, tapi sebelum pulang itu dia mau belanja dulu di JM Plaju. Sendirian dia ketika itu, berjalan kaki,” ujarnya.

Manisa mengatakan, setelah itu, ia tak tahu lagi Sri pergi kemana dan dengan siapa. “Saat malam minggu dia itu diantarkan seseorang katanya pegawai Trans Musi yang suka mangkal di halte transit Simpang Polda. Karena Sri itu buka warung makan di kantin Taspen itu jadi sering bertemu. Tapi saya tidak tahu ya itu siapanya,” katanya.

Lebih lanjut Manisa (70) menuturkan, Sri Ekawati termasuk orang yang sangat tertutup. Ia jarang sekali bercerita tentang kehidupan sehari-harinya.

Namun demikian, beberapa pekan terakhir Sri mulai rajin cerita tentang hubungan percintaannya. Meski belum resmi bercerai dengan suaminya Sutriono (52), ia sudah menjalin cinta dengan seorang purnawirawan  berinisial EP. Sekitar dua tahun menjalin hubungan, Sri baru bercerita kepada Manisa,  bahwa hubungannya tersebut sedang ada masalah dan sering bertengkar.

“Dia sering cerita, katanya ada masalah dengan EP itu. EP sering berbuat marah-marah dan berbuat kasar kepada Sri,” terangnya.

Karena itulah, Manisa menduga, pelaku pembunuhan tersebut ialah EP. Terlebih menurut informasi yang didengarnya EP memiliki utang kepada Sri sebesar Rp50 juta.

“EP itu punya utang dengan Sri Rp 50 juta, sampai sekarang belum dibayar. Bahkan kemarin Sri sempat cerita jika EP itu mau meminjam uang lagi Rp5 juta, tapi tidak dikasih oleh Sri. Karena itulah EP sempat marah-marah dengan Sri. Tapi memang sekarang sudah jarang bertemu,” terangnya.

Atas peristiwa pembunuhan yang menimpa Sri, Manisa hanya berharap agar pelaku pembunuhan terhadap anak ketiga dari tujuh bersaudara ini dapat segera ditangkap dan dihukum berat. “Berharap dihukum seberat-beratnya sesuai dengan hukum yang berlaku,” harapnya.

Kapolsek SU I AKP Khalid Zulkarnain mengatakan, pihaknya terus mengembangkan kasus ini. Pihaknya juga terus melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan melengkapi barang bukti. “Sudah kita periksa lima orang saksi, tapi sekarang masih dalam proses penyidikan,” tegasnya.‎ (korankito.com/resha)