‘Alap-alap’ Motor Intai Korban Via Olx

img_1276

Palembang – Terbukti melakukan penggelapan sepeda motor, Fitriansyah (32), Amri (29), dan Budi (34), warga Jalan Sukarela, Kecamatan Sukarami, Palembang, diringkus anggota Unit Jatanras Polda Sumsel.

Modus penggelapan yang dilakukan para tersangka terbilang baru. Para tersangka mencari korbannya melalui situs jual beli olx.co.id. Setelah mendapatkan korban, para pelaku menghubungi korban untuk  mengecek motor yang akan dijual korban.

Beruntung ulah para pelaku terbongkar polisi setelah salah seorang korbannya melapor ke Polda Sumsel. Penangkapan ketiga tersangka berawal dari laporan korban M yang saat itu dihubungi tersangka Fitriansyah dan Amri untuk melihat sepeda motor miliknya.

Saat bertemu kedua tersangka melakukan tes sepeda motor milik korban dengan cara berkeliling. Namun, saat ditunggu dan lebih dari satu jam kedua tersangka tak kunjung kembali. Korban pun langsung melaporkan kejadian tersebut ke polisi.

Setelah mendapati informasi tersebut, anggota Unit Jatanras Polda Sumsel langsung melakukan penangkapan para tersangka di kediamannya masing-masing.

Di hadapan petugas, tersangka Fitriansyah mengakui modus mencari korban melalui situs jual beli merupakan ide dirinya dan tersangka Amri. Semua motor hasil curian, mereka jual kepada Budi yang merupakan penadah dari hasil kejahatan mereka.
“Awalnya memang ide kami berdua, soalnya korban yang dicari melalui internet bisa dengan mudah kita kelabui. Motor korban kami jual kepada Budi,” aku Fitri saat diamankan di Polda Sumsel, Selasa (18/10).

Tersangka Budi juga mengakui dirinya sebagai penerima motor bodong. Dan dari hasil menjual kembali motor tersebut, ia bisa mendapat untung sebesar Rp 5 juta rupiah dalam seminggu. “Saya memang bekerja sebagai penadah motor bodong, dan sudah menggeluti bisnis ini beberapa bulan terakhir, “ kata Budi.

Dari tangan tersangka, petugas berhasil mengamankan tiga sepeda motor bodong yang berada di rumah Budi, masing-masing dua unit sepeda motor Honda Beat warna pink dan putih, serta motor Yamaha Vixion hitam.

Dir Ditreskrimum Polda Sumsel Kombes Pol Daniel TM Silitonga menjelaskan, para tersangka merupakan sindikat penggelapan motor. Dan modus yang dilakukan terbilang baru.

“Ketiga tersangka merupakan sindikat penggelapan, dan dari tangan tersangka sejumlah sepeda motor bodong telah kita amankan. Ketiga tersangka akan dikenakan pasal 378 KUHP tentang penggelapan dengan ancaman hukuman lima tahun penjara,” pungkas Daniel. (korankito.com/kardo)