Tiga Emas Antarkan Sumsel Masuk Lima Besar

img-20161017-wa0004

Bandung – Prestasi atlet difabel Sumsel di Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) ke-XV di Jawa Barat kembali bersinar.  Menginjak hari kedua, Senin (17/10), Sumsel menambah tiga keping emas lewat cabang olahraga andalan renang dengan menyumbang dua emas dan cabang olahraga atletik dengan satu emas.

Ketiganya disumbang oleh Jendi Pangabean (S9) Sumbang di cabor renang nomor 100 meter gaya punggung dengan catatan waktu 1:10:34, M. Bejita  (S14) dicabor renang nomor 100 m gaya punggung putra dengan catatan waktu 1:08:74 dan Iwan Siswanto di cabor atletik nomor lari 400 meter.

Sumsel sendiri dengan total perolehan 5 emas terpaut 16 emas dari tuan rumah dengan 21 emas yang memimpin klasmen sementara. Kemudian menyusul Jateng diurutan kedua dengan 14 emas, Papua dengan 10 emas dan Sumut dengan 7 emas.

“Alhamdulillah, kita tambah tiga emas, posisi kelima sementara dengan total medali 5 emas, 2 perak dan 7 perunggu,” ujar Ketua Umum National Paralimpyc Committee (NPC) Sumsel Ryan Yohwari saat dikonfirmasi via telepon selulernya, Senin (17/10).

Perjalanan kompetisi dikatakan Ryan masih panjang hingga 25 Oktober 2016 di Kota Kembang sehingga masih banyak peluang-peluang yang bisa diharapkan serta ancaman dari semua kemungkinan. Namun demikian beberapa cabor andalan Sumsel puncaknya akan berada hingga 19-20 Oktober dimana beberapa nomor andalan dari beberapa cabor atletik, renang dan catur.

“Optimis saja, kita sampai tanggal 25 Oktober tapi andalan-andalan kita puncaknya ada di Rabu-Kamis (19-20 Oktober). Termasuk besok (hari ini-red) ada juga yang beberapa yang final,” tambahnya.

Sementara itu salah satu atlet renang penyumabng emas menuturkan jika ia bersyukur atas perolehan hari ini. “Alhamdulillah dapat nomor satu. Semoga yang seterusnya juga mendapat hasil yang sama,” ujarnya yang juga atlet Pelatnas ini.

Di hari esok, Selasa (18/10), Jendy kembali menargetkan emas karena ia turun di nomor 200 meter gaya ganti, dan Kamis (19/10) di nomor 200 meter gaya bebas. “Mohon doanya untuk warga Sumsel, semoga kami bisa memberikan yang terbaik,” tukasnya. (korankito.com/resha)