Sekolah Rawa, SDN 10 Dapat Kucuran Rp2 Miliar

ssc_0306

Palembang – Sekolah Dasar Negeri (SDN) 10 yang berdiri di atas rawa Lorong Sungai Hitam, Kecamatan Ilir Barat (IB) I akhirnya mendapat kucuran dana Rp2 miliar dari Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang melalui Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora).

Hal itu terungkap saat Wakil Wali Kota (Wawako) Palembang Fitrianti Agustinda berkunjung ke SDN 10 di lorong yang hanya bisa dilalui sepeda motor, Selasa (18/10). “Akan kami bangun lapangan upacara, gedung sekolahnya juga akan dinaikkan lagi mencapai 1 meter agar tidak terkena banjir jika air rawa meluap. Dan kami juga upayakan memenuhi kebutuhan sekolah lainnya,” jelas Fitri seusai mengelilingi sekolah yang berjarak kurang lebih 150 meter dari jalan raya itu.

Didampingi Kepala Disdikpora Ahmad Zulinto serta pegawai Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga, Finda –sapaan akrab wawako—meminta agar warga sekitar sekolah itu tidak membuang sampah di lingkungan sekolah lagi. Ia juga menegur peugas kebersihan yang kurang tanggap dalam menjaga kebersihan sekolah di atas rawa tersebut.

Berdasarkan pantauan Koran Kito, sekolah yang dibangun pada 1982 tersebut berada dilahan rawa seluan 3.000 meterpersegi dan kurang dari separuh digunakan untuk bangunan sekolah. Selebihnya digunakan untuk jalan setapak akses memasuki sekolah dan sisanya adalah rawa-rawa. Seluruh lantai koridornya adalah papan kayu yang usianya hampir sama dengan usia sekolah tersebut. Setiap melangkahkan kaki, terdengar suara kemericit kayu yang bergesekan dengan papan kayu lainnya.

Sementara itu, Kepala Disdikpora Palembang, Ahmad Zulinto mengungkapkan, dari total 268 SDN yang ada di Kota Palembang, 40 persen diantaranya rusak sedang dan parah serta di atas rawa. Di setiap kecamatan di Kota Palembang, Disdikpora hanya memilih maksimal tiga sekolah yang akan dibangun ulang mengingat anggaran APBD untuk pendidikan tidak begitu besar.

“Untuk dana APBD pendidikan tahun 2017, saya belum tahu pasti berapa anggarannya. Namun, totalnya 10 persen APBD untuk pembangunan sekolah di pendidikan dasar,” jelas Zulinto.

Untuk SDN 10, lanjutnya, akan mulai dibangun pada awal 2017 mendatang dengan anggaran Rp2 miliar. “Pihak sekolah itu terima bersih saja atau langsung terima kunci. Semua pembangunannya sudah dalam proses lelang. Jadi pengerjaannya diserahkan kepada pihak ketiga,” tegasnya.

Proses lelangnya terbuka, jadi sekolah tidak perlu ambil pusing. “Kami akan pastikan tidak ada pihak yang mengambil keuntungan dari proses pembangunan ini, karena pembangunan ini akan menjadi fokus sorotan kami,” pungkasnya. (korankito.com/eja)