Miliki 89 Paket Shabu, Ibrahim Alias Wak Atak di Tuntut 9 Tahun 

img-20161017-00714

Palembang – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sumsel, Eka Septi Winarni, menuntut bandar narkotika jenis sabu sebanyak 89 paket dengan berat 5,675 Gram, Ibrahim alias Wak Atak (46), dengan pidana penjara selama 9 tahun dan 6 bulan penjara, dalam persidangan yang digelar di PN Klas 1A Khusus Palembang, Senin (17/10).

Terdakwa yang tercatat sebagai warga Jl Pangeran Sido Ing Lautan lrg Manggis Kecamatan Gandus Palembang, nampak tenang duduk dikursi pesakitan saat mendengarkan tuntutan JPU. Perbuatan terdakwa menurut penuntut umum terbukti melanggar pasal 114 ayat (2) UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika.

“Setelah mendengarkan keterangan saksi saksi yang dihadirkan kepersidangan, maka menurut kami terdakwa terbukti bersalah melakukan perbuatan melawan hukum, menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan narkotika golongan I bukan tanaman yang beratnya melebihi 5 gram” ujar Eka Septi dalam tuntutan yang dibacakan dalam persidangan.

Sementara itu, terdakwa yang didampingi penasehat hukum dari Pos Bakum PN Palembang, A Rizal, setelah mendengar tuntutan jaksa, meminta waktu kepada majelis hakim satu minggu untuk menyampaikan pembelaan.

Sidang yang diketuai oleh Hakim Heriyanto ini pun terpaksa ditunda, hingga minggu depan untuk mendengarkan pembelaan dari penasehat hukum terdakwa. “Sidang kita tunda, minggu depan, silakan penasehat hukum untuk mempersiapkan pembelaannya” tegas.Heriyanto.

Didalam surat tuntutan, dijelaskan 89 paket kecil narkotika jenis sabu yang dakui terdakwa miliknya terdiri dari 16 paket kecil seberat 0,4855 gram, 19 paket kecil seberat 2,581 gram, 19 paket seberat 1,146 gram, 19 paket 0,850 gram, 16 paket 0,613 gram. (korankito.com/ria)