Lahat Optimalkan Potensi Kopi

Sekretaris Daerah (Sekda) Lahat H Nasrun Aswari terima kunjungan komunitas pecinta kopi Sumatera Selatan (Sumsel) dalam rangka jelajah kopi Bumi Besemah, di pendopo rumah dinas bupati Lahat, Senin (17/10).

Sekretaris Daerah (Sekda) Lahat H Nasrun Aswari terima kunjungan komunitas pecinta kopi Sumatera Selatan (Sumsel) dalam rangka jelajah kopi Bumi Besemah, di pendopo rumah dinas bupati Lahat, Senin (17/10).

Lahat – Sekretaris Daerah (Sekda) Lahat H Nasrun Aswari terima kunjungan komunitas pecinta kopi Sumatera Selatan (Sumsel) dalam rangka jelajah kopi Bumi Besemah, di pendopo rumah dinas bupati Lahat, Senin (17/10).

Sekda Nasrun mengungkapkan, selama ini memang pengelolaan potensi kopi di Lahat diakui masih belum optimal. Banyak hal yang mempengaruhinya, mulai dari sikap petani atau masyarakatnya sendiri, pengolahan, pendistribusian, sampai masalah pola asuh kemitraan. “Bukan kami tak perhatikan, disini justru terkadang mengedukasilah justru pekerjaan tersulit. Kami jelas sangat butuh rekan –  rekan,” ungkap Nasrun.

Diharapkannya, selain akan memberikan solusi bagi pengembangan dunia perkopian, juga akan membawa dampak positif bagi semua pihaknya, terutama bagi Lahat keseluruhannya.

“Bupati dan pemkab sendiri dalam setiap rencana pengembangan baru akan memberikan dukungannya. Tinggal bagaimana, mitra-mitra baru yang bisa mendukung memberikan bantuannya,” beber Nasrun.

Sementara, Erlan mewakili rombongan kopi trip asal Sumsel menyampaikan, kegiatan ini sendiri muncul murni dari keprihatinan kalangan pecinta kopi di Sumsel, yang melihat perkembangan kopi di Sumsel yang lamban, jika di pasaran luar. “Sumsel, khususnya Bumi Besemah, mulai dari Pagaralam, Lahat, Muaraenim, OKU Selatan dan lainnya potensi kopinya sangatlah besar, akan tetapi perkembangannya lamban,” pungkas Erlan.

Untuk itulah, kedatangan rombongan kopi trip dari Palembang kali ini adalah untuk mengunjungi wilayah-wilayah dimaksud melihat kondisi sebenarnya dan berusaha mencarikan solusi bersama sama kedepannya.

“Kita akan lihat langsung kondisinya, kemudian kedepan akan mengusahakan kemitraan dengan pemkab atau pihak lainnya, demi masa depan lebih baik,” tegasnya.

Kunjungan yang tepat, soalnya Kabupaten Lahat yang hingga kini berusia 147 tahun tak dapat dipisahkan dengan julukan yang melekat padanya sebagai ‘’kota surga penikmat kopi’’. Bagi masyarakat Lahat, kopi merupakan salah satu jenis minuman penghangat sejak dulu. Makanya hampir sebagian besar rumah tangga di daerah itu memproduksi kopi dari hasil tanaman kebun sendiri. Hingga kini kopi merupakan salah satu unggulan penghasilan pada sektor perkebunan di Kabupaten Lahat. Tanaman yang dapat dijumpai hampir di seluruh kecamatan tersebut menjadi salah satu urat penting ekonomi Kabupaten Lahat. Catatan terakhir menyebutkan luas areal tanaman kopi di Lahat sekitar 114.317 hektare dengan total produksi lebih dari 60.500 ton per tahun.

Potensi itulah yang terus menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lahat, selain potensi unggulan sektor perkebunan lainnya, semisal karet, sawit serta kakao. Menurut Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun), Sri Muliati, pihaknya melakukan intensifikasi semua komoditi yang ada pada masyarakat terutama komoditi dengan jumlah petaninya cukup besar seperti komoditi kopi dan karet. ‘’Hal itu sesuai dengan visi Dishutbun yang berkeinginan meningkatkan pendapatan masyarakat Kabupaten Lahat khususnya petani perkebunan,’’ ujar Sri.

Dia mengungkapkan, perhatian besar untuk petani kopi dititik berat dengan melakukan intensifikasi berupa peningkatan produktivas, mutu dan pengolahan hasil bahkan pemasaran dari komoditi tersebut. ‘’Upaya peningkatan produktivas meliputi bantuan bibit unggul, peremajaan, bantuan pupuk, sarana pembasmi hama dan sarana pendukung lainnya. Untuk mutu dilakukan lewat bantuan peralatan, pelatihan serta penyuluhan, sedangkan agar memiliki nilai tambah diberikan bantuan teknologi agar menjadi barang jadi dari biji kopi menjadi kopi bubuk yang siap dijual dipasaran,’’ urainya. (korankito.com/hms)