Bisa Dipercaya

Kualitas Karet Sumsel Masih Rendah

download-1

Palembang – Karet masih menjadi komoditi ekspor andalan bagi Sumatera Selatan (Sumsel). Namun sangat disayangkan, kualitas karet asal Sumsel masih kalah bersaing dengan kualitas karet yang berasal dari negara tetangga yakni Malaysia.

Kepala Dinas Perindustrian & Perdagangan Prov. Sumsel, Permana mengungkapkan, banyak keluhan yang disampaikan negara penerima ekspor karet yang berasal dari Sumsel. Karet Sumsel masih belum memenuhi kriteria karena kualitasnya masih di bawah Malaysia.

Berita Sejenis

SMP Karya Ibu Gelar Siraman Rohani

Heboh! Diduga Mabuk, Begini Kelakuan Ayu Ting Ting Kepada…

Muba Raih Penghargaan Peduli HAM

1 daripada 3.071

“Komoditi karet masih belum penuhi kriteria, akibatkan permintaan pasar berkurang,” ungkap Permana pada kegiatan Diseminasi Informasi Atase Perdagangan dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Negara Tujuan Ekspor/Import Terakreditasi di Sumatera Selatan, Selasa (18/10).

Dikakatakannya, Provinsi Sumsel yang kaya akan sumber daya alam (SDA) memiliki 14 komoditi unggulan, diantaranya seperti karet, kopi, batubara, nikel, dan lainnya. Khusus karet, petani kita belum bisa mengelolaanya dengan benar sehingga tidak dapat mendongkrak harga. “Karet Sumsel masih dibawah Malaysia. Bisa dari faktor rendaman air, fisik, dan tingkat kelenturannya. Hal itu mengakibatkan permintaan pasar berkurang,” ujarnya.

Meskipun dalam neraca dagang, lanjutnya, dari 13 bulan terakhir mengalami kenaikan yakni 1,2 Milyar US Dollar, Sumsel pada semester II tahun 2016 mengalami penurunan dibandingkan dengan semester II pada 2015. Selain itu, Sumsel juga masih surplus dibandingkan impor. “Sumsel dibanding semester dua 2016 alami penurunan dibanding semester dua 2015, dan Sumsel juga masih surplus dibanding impor,” tambahnya.
Menurut Permana, meskipun Kementerian Pertanian telah mengumumkan pada Maret 2016, bahwa ada tiga kementerian dan BUMN akan gunakan karet lokal, tapi sampai sekarang belum ada realisasinya. “Meski Maret 2016 lalu telah dilakukan pertemuan dengan para petani karet Sumsel dengan Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian di Palembang. Tiga kementerian antara lain Kementerian Perhubungan, Kementerian Perindustrian, Kementerian PUPR, serta BUMN, tapi belum ada realisasi,” pungkasnya. (korankito.com/zaa)