Bisa Dipercaya

Aswari ; Pertanian Program Prioritas Lahat

aswari

Lubuk Linggau – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lahat kirim 60 peserta dan tampilkan potensi unggulan dalam acara pekan daerah (Peda) ke-12 Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) yang digelar di Kota Lubuk Linggau, sepanjang pekan ini.

Bupati Lahat, H Aswari Riva’i yakin peserta yang diutus dari Bumi Seganti Setungguan bisa menjaga dan mengharumkan Lahat diajang bergensi bidang pertanian tersebut. Ia juga berharap, tim Lahat  dapat menyerap pengetahuan dari daerah lain yang nantinya bisa dikembangkan.

Berita Sejenis

Dzumafo Perketat Pesaingan Lini Depan SFC

Polda Sumsel Sidak Pasar dan Siagakan Pasukan

Peran Motivasi Orangtua Terhadap Prestasi Anak

1 daripada 3.109

Aswari menegaskan, pihaknya terus berkomitmen lebih maksimal demi pengembangan dan perbaikan dunia pertanian, penyuluhan, kehutanan dan perkebunan. “Bidang pertanian merupakan salah satu program prioritas yang kita galakkan selama ini. Baik itu penganggaran maupun perhatian di lapangan. Kita perkuat sektor ini tidak lepas karena masyarakat kita yang mayoritas petani. Dengan kemajuan yang ingin kita capai tentu akan berimbas kepada kesejahteraan masyakat,” jelas Aswari, di Pendopoan Bupati Lahat, Minggu (16/10).

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluh Pertanian, Perkebunan, Peternakan dan Kehutanan (BP4K) Lahat, HM Muchtar Effendi Ali, melalui Sekretaris, Engkos Kosasih mengatakan 60 orang yang ikut acara tersebut menampilkan potensi unggulan dibidang pertanian baik itu teknologi, perlombaan, sarasehan dan pelatihan.

“Dan satu hal yang membanggakan jika tak ada perubahan kabupaten lahat sendiri akan meraih penghargaan sebagai penyuluh pertanian dan kehutanan terbaik,” ungkapnya.

Di pihak lain, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (DTPH) Lahat Hapid Padli mengajak para petani di Lahat untuk bertani dengan ilmu. ‘’Dengan usaha dan ilmu, kita akan berusaha melakukan peningkatan produksi pertanian. Diantaranya dengan jalan intensifikasi dan ekstesifikasi,’’ paparnya disela acara tanam perdana padi dengan teknologi Jajar Legowo di Desa Pagar Ruyung, Kecamatan Kota Agung, Selasa (18/10)

Menurutnya, petani harus upayakan pembibitan ulang sebab pemerintah hanya satu kali bantu bibit berkualitas, dengan ilmu hal itu dapat dilakukan. ‘’Caranya dengan mengubah benih dan cara menamam, petani bisa nikmati hasilnya. Jadi petani harus mau berubah kalau ingin lebih sejahtera kenapa orang lain mau, kita petani tidak mau. Silahkan konsultasi dengan PPL di wilayah masing-masing,’’ tegasnya.

Hapid mengungkapkan, apabila petani mau berubah maka pemerintah juga akan siap membantu dan memperhatikan. Ia minta para petani harus mulai meninggalkan cara lama, sedangkan kondisinya sudah berubah. ‘’Dengan berilmu teknologi Jajar Legowo secara umum mampu menghasilkan normalnya 5 ton per hektare. Intinya kalau petani berilmu dia akan sejatera dan ini akan jadi perhatian kami sebagai pihak yang terkait langsung dengan pertanian,” paparnya. (korankito.com/hasjim)