Akhir Oktober Pedagang Cinde Direlokasi

asisten-iv-setda-palembang-bidang-kesra-asnawi-p-ratu

Palembang – Upaya revitalisasi Pasar Cinde oleh pemerintah terus  dilakukan. Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang melalui PD. Pasar Palembang Jaya sudah menyiapkan lahan alternatif untuk pedagang yang terkena relokasi.

Direktur PD. Pasar Palembang Jaya, Asnawi P Ratu saat ditemui wartawan mengatakan relokasi terhadap 800 pedagang pasar Cinde dipastikan akan dilakukan pada akhir Oktober nanti. “Kita sudah siapkan tempat yakni di bekakang pasar Cinde, tepatnya di jalan Cinde Welang dan Jalan Letnan Jaimas,” ujarnya, Selasa (18/10).

Asnawi menerangkan, sebelum dilakukan relokasi, pihaknya akan memetakan penempatan pedagang di kedua jalan tersebut agar tidak terjadi kesemerawutan. Pemasangan tenda-tenda kerucut dan petak-petak pedagang yang akan dibedakan sesuai dengan jenis dagangannya. Pihaknya sudah melakukan pendataan berapa jumlah pedagang yang dapat ditampung di kedua jalan tersebut.

“Misalnya di Jalan Cinde Welang khusus untuk penjual sembako dan penjual ikan. Sedangkan di Jalan Letnan Jaimas khusus untuk penjual baju dan bordir,” jelasnya seraya menambahkan jika pemindahan pedagang ini sudah disosialisasikan dan secepatnya akan dipindahkan.

Sementara itu, mengenai harga sewa lapak/kios pasar Cinde setelah dilakukan revitalisasi, Kabid Pasar dan Pembinaan Pedagang PD. Pasar Palembang Jaya, Rinto Siswadi mengatakan untuk harga lapak/kios Pasar Cinde berkisar antara Rp 25-30 juta.

Setelah direvitalisasi nanti semua ukuran petak akan sesuai standar dengan aturan dari Kementrian Perdagangan Republik Indonesia. “Nantinya tidak ada lagi los yang ada hanya kios/petak saja. Ukuran nya standar sesuai yang sudah ditetapkan 2m x 2,5m,” imbuhnya.

Pedagang yang menempati kedua jalan alternatif selama revitalisasi dilakukan tidak akan dikenakan biaya retribusi baik harian dan bulanan. Karena selama relokasi pedagang sudah tidak menempati bangunan pasar lagi.

“Pedagang hanya dikenakan retribusi tahunan sebesar Rp 250 ribu rupiah yang dibayarkan Setiap tahunnya. Sedangkan untuk retribusi harian dan bulan hanya akan ditagih untuk pedagang yang memiliki tunggakan,” ujarnya.

Menurutnya, setelah revitalisasi selesai dilakukan rencananya pedagang ini akan ditempatkan di basement dan lantai satu yang memang dikhususkan untuk pedagang pasar tradisional. Rinto mengakui, mengenai harga ini sudah disepakati berdasarkan dari hasil rapat yang dilakukan pihaknya dan akan dilaporkan kepada Gubernur Sumatera Selatan.

Setelah itu baru akan disosialisasikan kepada pedagang dengan memanggil paguyuban pedagang untuk mensosialisasikan mengenai tarif sewa kios/lapak Pasar Cinde kedepannya setelah revitalisasi.

Sedangkan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palembang, Sulaiman Amin mengatakan untuk rekayasa lalu lintas kawasan Cinde Welang yang dilewati trayek angkutan Ampera-Sekip akan ditutup selama pembangunan revitalisasi Pasar Cinde. Untuk sementara angkot jurusan Ampera-Sekip akan melintas langsung ke jalan Jenderal Sudirman.

“Kalau mau dibilang macet ya macet. Tapi rekayasa lalu lintas trayek ini hanya memutus jalur menuju jalan Cinde Welang saja. Toh akan tetap melewati jalan Jenderal Sudirman,” tukasnya. (korankito.com/ria)