Bisa Dipercaya

Tukang Tambal Ban Disiram Cukapara

img-20161016-wa0010Palembang-Seorang tambal ban, Iskandar (43), warga Jalan Gubernur HA Bastari, Kelurahan 15 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I, Palembang, mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya setelah disiram air keras atau cukapara oleh teman seprofesinya.

Atas kejadian tersebut, Iskandar melapor ke Mapolresta Palembang, Senin (15/10) pagi. Ia mengadukan DD, warga Simpang Sungki, kepada petugas Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang.

 

Di hadapan petugas SPKT Polresta Palembang, Iskandar menuturkan, kejadian tersebut dipicu terlapor yang menyangka dirinya yang menghasut pentugas kemanan agar mengusir DD karena tidak membayar uang keamanan.

Berita Sejenis

Dzumafo Perketat Pesaingan Lini Depan SFC

Polda Sumsel Sidak Pasar dan Siagakan Pasukan

Peran Motivasi Orangtua Terhadap Prestasi Anak

1 daripada 3.109

“Mungkin dia mengira saya yang menghasut petugas keamanan, agar dia diusir karena belum bayar uang keamanan. Jadi, dia dendam dan menyiramkan air keras itu kepada saya. Padahal saya tidak melakukannya,” ujarnya.
Saat kejadian, ia sedang menambal ban sepeda motor milik seseorang di bengkelnya. Lalu, datanglaterlapor yang dibonceng oleh temannya dengan mengendarai sepeda motor, sembari memegang kaleng roti.

Tanpa ia duga, DD langsung melemparkan kaleng roti yang berisikan air keras hingga mengenai tubuhnya. Iskandar pun menjerit kesakitan.

“Saya tidak tahu kalau itu cuka para, saat dia melemparkan itu, terkena tubuhnya, dan saya menjerit kesakitan minta tolong warga. Saya dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan, sedangkan DD dan temannya langsung kabur,” tambah Iskandar.

Akibat siraman cukapara, Iskandar mengalami luka bakar di wajah sebelah kanan, tangan kiri dan kanan, serta kaki. “Saya tidak senang dengan perbuatannya, jadi saya lapor polisi, semoga dia cepat ditangkap,” tuturnya.

Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Maruly Pardede mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan dari korban dan segera ditindaklanjuti. Saat ini, korban sudah dirujuk untuk melakukan visum terlebih dahulu. “Laporan sudah kita terima, dan kita akan memeriksa saksi-saksi yang melihat langsung kejadian itu,” katanya.deny