Perseteruan Guru dan Ortu Murid Berujung di Propam Polda Sumsel

img_1252Palembang-Perselisihan anatara Guru SMAN 7 Palembang dengan salah seorang oirangtua (Ortu) murid berlanjut ke Propam Polda Sumsel. Kasus ini bermula dari adanya kasus pencurian helm yang diduga dilakukan oleh salah satu siswa SMAN 7.

Sebelumnya Kepala Sekolah SMA Negeri 7 Palembang Nyimas Yasmin dilaporkan oleh orangtua yang anaknya dituding mencuri. Kini giliran sang guru yang melapor balik ke polisi.

Nyimas Yasmin, saat ditemui di Mapolda Sumsel, Senin (17/10), menjelaskan, kedatangannya bersama puluhan guru yang tergabung dalam solidaritas Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) melaporkan balik Aiptu YM yang merupakan orangtua siswa BR.Diakui Yasmin, dirinya tak terima atas tudingan Aiptu YM terhadap dirinya dan sejumlah guru lainnya yang dianggap melakukan diskriminasi dan intimidasi terhadap BR. Sebab, tuduhan itu tak pernah terjadi sama sekali. Dirinya beserta guru lainnya, bukan menuding BR, tetapi peristiwa tersebut memang terbukti dalam rekaman CCTV.”Sudah kami laporkan di Propam dan orangtua BR karena statusnya anggota polisi membuat kami tak bisa terima dituduh mendiskriminasi dan intimidasi terhadap siswa sendiri. Padahal dari rekaman CCTV sudah terbukti,” ungkap Yasmin saat melapor ke Propam Polda Sumsel.
Menurut dia, terlapor juga memaksa pihak guru mengeluarkan surat yang menerangkan anaknya tidak terlibat dalam pencurian itu. “Bagaimana kami bisa buat suratnya kalau BR memang pelakunya,” kata dia.

Kasubdit Provos Bid Propam Polda Sumsel AKBP Fachruddin mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti laporan ini dengan memeriksa saksi-saksi, termasuk pemanggilan terlapor Aiptu YM. Jika terbukti bersalah, terlapor akan dilakukan sidang disiplin anggota.

“Laporan sudah kita terima. Dan Jika terbukti, maka akan dikenakan pelanggaran disiplin atau kode etik. Dan akan segera kita tindaklanjuti,” tegasnya.

Sebelumnya Aiptu YM mempolisikan empat guru SMA 7 Palembang, berinisial SN alias Madam, HS, DE, dan HY karena telah melakukan intimidasi dan diskriminasi terhadap BR hingga mentalnya terganggu meski sudah melanjutkan pendidikan di sekolah lain.kardo