Bisa Dipercaya

Menhub Apresiasi Sistem Moda Terintegrasi Palembang

img_20161015_114711Palembang – Menteri Perhubungan (Menhub) Republik Indonesia (RI) Budi Karya Sumadi melakukan kunjungan kerja ke Kota Palembang. Kedatangan orang nomor satu di Kementerian Perhubungan Republik Indonesia tersebut dalam rangka meninjau pembangunan infrastruktur Palembang menghadapi Asian Games 2018.

Selain meninjau pembangunan infrastruktur seperti Light Rail Transit (LRT), Budi juga meninjau  kesiapan kota Palembang untuk mengembangkan moda transportasi yang terintegrasi dari darat ke sungai.

Dengan menggunakan Kapal Sebentar Alam dari Dermaga Benteng Kuto Besak (BKB), Budi Karya Sumadi didampingi Walikota Palembang Harnojoyo dan jajaran Pemerintah Kota Palembang berkeliling Sungai Musi sekalian meninjau halte integrasi yang berada di samping Stasiun Kereta Api (KA) Kertapati.

Budi mengatakan, konsep pengembangan moda transportasi di Sumsel khususnya Palembang yang ingin adanya integrasi dari darat ke sungai sangat diapresiasi. Di tengah kondisi Kota Palembang ke depannya dengan kemacetan yang sudah mulai merambah konsep moda transportasi terintegrasi sangat bagus untuk dikembangkan.

“Palembang sudah miliki moda transportasi yang lengkap mulai dari LRT, Bus Transmusi dengan haltenya, bus air dan kereta api,” katanya di sela-sela peninjauan halte integrasi di Stasiun KA Kertapati, Sabtu (15/10).

Dengan moda transportasi yang sudah dimiliki Palembang saat ini, sangat baik untuk mengembangkan moda transportasi yang terintegrasi. Pasalnya selain akan memudahkan masyarakat dari Palembang maupun dari luar Palembang juga sebagai pemecah kemacetan di tengah-tengah kota.

“Nanti kita lihat ada bus air, bus air itu akan terkoneksi dengan namanya Kertapati, Kertapati ini adalah kereta api, nanti bisa dibayangkan seseorang yang di Lubuklinggau dari bandara dia turun dari LRT terus turun di dermaga pakai bus air langsung ke kereta api, langsung bisa ke daerah tujuan di luar Palembang. Atau sebaliknya langsung ke bandara, ini namanya konektivitas,” terangnya.

Ia pun mengatakan, proyek ini bisa menjadi suatu model bagaimana suatu kota mendahulukan infrastruktur agar perkembangan kota bisa dikontrol.

“Ini proyek strategis Palembang tapi sekaligus model untuk seluruh kota di Indonesia yang memiliki jalur sungai seperti di wilayah Kalimantan,” lanjutnya.

Sementara itu, Walikota Palembang Harnojoyo mengatakan, Palembang akan mengupayakan penambahan bus air untuk menunjang moda transfortasi air. “Saat ini kita baru memiliki 4 bus air yang dikelola dan dimiliki oleh Dishub,” ungkap dia.

Diakuinya, kapasitas bus air ini masih sangat minim sehingga memang harus ditingkatkan lagi. Satu bus air saat ini hanya muat atau dapat diisi sekitar 30 orang. “Kita akan upayakan untuk penambahan bus air dengan kapasitas bisa mencapai 150 orang,” ungkapnya.ria