Bisa Dipercaya

Mau Kabur, Perampok Motor Didor

img_20161015_174053Palembang-Jakfar (45), pelaku begal sepeda motor tersungkur setelah dua butir timah panas anggota Satreskrim Polresta Palembang menembus kaki kirinya. Tersangka ditembak, lantaran berusaha kabur dari sergapan polisi, Jumat (14/9) siang.

Kini untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Jakfar yang tinggal di Kawasan Tangga Takat, Kelurahan 13 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) II Palembang ini, harus mendekam di sel tahanan Mapolresta Palembang.

Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Maruly Pardede mengatakan, saat ditangkap di daerah Jalan Sentosa, Kecamatan Plaju, tersangka yang merupakan residivis penodongan melawan petugas dan hendak melarikan diri. Petugas terpaksa memberikan tindakan tegas.

Berita Sejenis
1 daripada 3.074

“Saat ditangkap di jalan, pelaku memberikan perlawanan dan hendak kabur dari sergapan anggota. Terpaksa, kita harus memberikan tindakan tegas kepadanya,” ujarnya saat gelar perkara di Halaman Mapolresta Palembang, Sabtu (15/10) siang.

Tercatat, lanjutnya, ada dua laporan warga yang telah menjadi korban pembegalan yang dilakukan oleh Jakfar. Pertama terjadi pada bulan Juni, korbannya tukang ojek bernama M Zulkipli, dan telah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek SU II Palembang.

Korban lainnya yakni, Mahesa Putra (16), terjadi pada bulan Agustus di Jalan Merdeka, Kecamatan Ilir Barat (IB) I, Palembang, dan sudah melapor ke Polresta Palembang.

“Modus yang digunakan pelaku sama, dengan berpura-pura meminta diantarkan ke rumahnya. Namun setelah berada di tempat sepi korban ditodong oleh pelaku menggunakan senjata tajam. Pelaku akan dikenakan pasal 365 KUHP dengan ancaman di atas lima tahun,” katanya.

“Sedangkan untuk barang bukti, masih dalam pengembangan. Karena diduga sudah dijual oleh pelaku ke seseorang. Pelaku masih menjalani pemeriksaan oleh anggota,” katanya.

Sementara itu Jakfar mengaku terpaksa melakukan penodongan lantaran tak memiliki pekerjaan tetap. “Uangnya sudah habis untuk makan sehari-hari, baru sekali ini melakukannya, itupun terpaksa karena saya tidak mempunyai pekerjaan,” ujarnya.deny