Lahat Bagikan PKH Rp2,3 Miliar

Sebanyak 5.799 keluarga di Lahat menerima dana PKH yang disalurkan selama empat hari. ist

Lahat – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lahat salurkan Rp2,3 miliar dana Program Keluarga harapan (PKH) untuk 5.799 keluarga miskin yang tersebar di 22 kecamatan, selama empat hari yang berakhir besok.

Kepala Dinas Kesejahteraan Sosial (Kadinkesos) Lahat H. Harinus mengungkapkan, bantuan yang disalurkan saat ini merupakan bantuan PKH tahap III tahun 2016. ‘’Jumlah penerima dana PKH tahap III tahun ini 5.799 keluarga dengan dana mencapai Rp. 2.365.522.500,’’ ujar Harinus, Kamis (13/10).

Ia menegaskan, masyatakat PKH bukan merupakan program yang bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat miskin penerima bantuan, tetapi PKH secara khusus bertujuan untuk menstimulus masyarakat agar perduli dengan kesehatan dan pendidikan Anak sehingga dalam jangka panjang diharapkan dapat memutus rantai kemisinan dari orang tua kepada anak. ‘’Terlepas dari itu semua, secara ekonomis dengan adanya PKH tentunya akan membuat geliat ekonomi bergerak positif,’’ tuturnya.

Komponen dana bantuan bagi penerima PKH meliputi untuk Ibu hamil tiap triwulan mendapatkan Rp 250 ribu, balita mendapatkan Rp 250 ribu, sedangkan untuk anak SD mendapatkan Rp 450 Ribu, anak SMP sebesar Rp 750 Ribu dan anak SMA mendapatkan Rp 1 juta.

Catatan Koran Kito mengungkapkan, jumlah penerima dana PKH tahap III itu berkurang dibandingkan dengan penerima pada triwulan IV tahun lalu yakni 5.592 kepala keluarga (KK) dan ditambah dengan data penerima PKH yang telah divalidasi Desember 2015 sebanyak 359 KK, maka totalnya 5.951 keluarga.

‘’Teknisnya, pencairan PKH itu bisa diambil di kantor pos masing-masing kecamatan. Namun, jika bagi daerah yang jauh atau kantor pos untuk mengambil dana PKH susah dijangkau, tentunya pihak petugas kantor pos akan melakukan pembayaran komunitas bersama para petugas PKH,” kata Harinus.

Sementara itu, Bupati Lahat H Aswari Riva’i memberikan apresiasi untuk Dinkesos yang berhasil mendapatkan program PKH dari Kementerian Sosial. ‘’Saya berharap program itu dapat menjadi penunjang dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Lahat,’’ ujar Wari — sapaan akrab sang bupati— belum lama ini.

Bupati menjelaskan, PKH merupakan program perlindungan sosial yang memberikan bantuan tunai kepada rumah tangga sangat miskin (RTSM) dan bagi anggota keluarga RTSM diwajibkan melaksanakan persyaratan dan ketentuan yang telah ditetapkan.

Program itu, paparnya, dalam jangka pendek bertujuan mengurangi beban RTSM dan dalam jangka panjang diharapkan dapat memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi, sehingga generasi berikutnya dapat keluar dari perangkap kemiskinan.

Dijelaskan Wari, pelaksanaan PKH juga mendukung upaya pencapaian tujuan pembangunan millenium. Lima komponen tujuan MDG’s yang akan terbantu oleh PKH yaitu: pengurangan penduduk miskin dan kelaparan; pendidikan dasar; kesetaraan gender; pengurangan angka kematian bayi dan balita; pengurangan kematian ibu melahirkan.

Kabupaten Lahat merupakan satu dari empat kabupaten dan kota di Sumatera Selatan (Sumsel) yang menjalankan PKH. Tiga daerah lainnya yakni Kabupaten Ogan Komering Ilir, Banyuasin, dan Kota Palembang. (korankito.com/hasjim)