Kartu Indonesia Pintar di Lahat Cair

pemegang Kartu Indonesia Pintar (KIP). ist

Lahat – Sebanyak 16.754 anak pemegang Kartu Indonesia Pintar (KIP) di Kabupaten Lahat hingga akhir bulan ini dapat mencairkan dana Program Indonesia Pintar (PIP).

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Lahat Sutoko mengatakan, PIP suatu program pemerintah pusat berupa bantuan uang tunai yang diberikan kepada peserta didik yang orang tuanya tidak dan/atau kurang mampu membiayai pendidikannya, sebagai kelanjutan dan perluasan sasaran dari program Bantuan Siswa Miskin (BSM). ‘’Di Lahat Oktober ini penerima PIP sebanyak 16.754 anak peserta didik mulai SD hingga SMA/SMK,’’ ujar Sutoko, Kamis (13/10).

Rinciannya, papar Sutoko, yakni untuk tingkat SD sebanyak 10.474 siswa, SMP 3.858 pelajar. SMK 696 orang serta SMA 1.726 pelajar. Dana PIP itui disalurkan langsung melalui bank penyalur,’’ katanya.

Ia menjelaskan, adapun maksud dan tujuan program tersebut adalah guna meringankan orang tua terhadap pembiayaan kebutuhan, putra putrinya dalam menempuh pendidikan, serta mengurangi dan menghindari siswa putus sekolah, meningkatkan motivasi belajar peserta didik.

Menurut Sutoko, dana tersebut berasal dari kas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaam (Kemdikbud) masuk dalam Program Indonesia Pintar, lalu disalurkan lewat BRI dan BNI. ‘’Bagi

peserta didik SD, SMP yang jauh dari lokasi bank penyalur dapat memberikan surat kuasa ke pihak sekolah yang di tandatangani wali murid itu sendiri. Dan untuk siswa SLTA penerima diharapkan dapat diurus oleh peserta didik yang bersangkutan ke bank penyalur,’’ paparnya.

Sutoko berharap, dana yang telah diterima peserta didik itu hendaknya betul-betul dimanfaatkan sesuai dengan peruntukannya. ‘’Saya minta jangan dipakai untuk hal-hal yang sifatnya konsumtif. Soalnya, dikhawatirkan dengan menerima uang cuma-cuma itu kerap lupa diri dan uangnnya habis tidak karuan,’’ tegasnya.

Seharusnya, tambah Sutoko, kita harus banyak bersyukur pemerintah terus memberikan perhatian terhadap dunia pendidikan, maka itu jangan dianggap sepele dan lengah. ‘’Jadikan bantuan itu sebagai bentuk motivasi bagi kita untuk terus maju di bidang pendidikan,’’ paparnya. (korankito.com/eja)