Kak Seto: Penangan Kasus di Daerah Terpencil Harus Cepat

img_1182

Palembang – Pihak keluarga dua bocah yang ditemukan tak bernyawa di kolam galian didaerah Mesuji, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) pada 7 Mei 2016, kini kembali mendatangi Polda Sumsel. Didampingi Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Kak Seto, kedatangan pihak keluarga dari dua kakak beradik Amelia Resta Ananda (11) dan Alfin Darif Akbar (8) ini, untuk memastikan laporan pihak keluarga beberapa waktu lalu.

Setelah sebelumnya terdapat sejumlah kendala dan tidak mendapat respon atau tindak lanjut dari pihak kepolisian. Akhirnya pihak keluarga pun mendesak pihak kepolisian hingga ke Mabes Polri.

Ketua Komisi Nasional Perlundungan Anak, Kak Seto Saat di Temui di Mapolda Sumsel mengtakan, jika kedatangannya kemari untuk memastikan kinerja kepolisian dalam mengungkap kasus yang sudah lama dilaporkan oleh pihak keluarga. Dan dirinya mengapresiasi pihak kepolisian Polda Sumsel yang sudah bekerja mengungkap kasus kematian dua kakak beradik tersebut.

“Kita mengapresiasi pihak Polri yang sudah mau mengusut kasus kematian dua kakak beradik ini. Dan kini kita tinggal menunggu hasil dari pihak forensik untuk mengetahui penyebab kematian dua kakak beradik ini,” ungkap Kak Seto, Kamis (12/10).

Selain itu, dirinya juga sangat menyayangkan beberapa kendala yang membuat lamban dalam penanganan kadus tersebut. Dan dia juga mengatakan, seharusnya pihak kepolisian dapat cepat menangani kasus seperti ini meskipun kasus yang berada didearah terpencil sekalipun.

“Sangat disayangkan ya, adanya beberapa hambatan dan kendala. Sehingga membuat kasus ini menjadi lamban. Tapi sekarang berkat koordinasi yang baik kasus ini pun perlahan mulai menemukan titik terang,” tuturnya.

Dirinya pun juga mengharapkan kepada seluruh orang tua untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak dalam bermain namun, tetap diberi bimbingan. Halu itu dimaksudkan, Agar anak-anak dapat nyaman bermain dirumah karena diberi waktu luang. Dan hal itu juga fapar membut anak-anak untuk takut berada jauh dari jangkauan orang tua dan tidak tetpengaruh dengan ajakan orang asing.

“Kita sebagai orang tua harus bisa memberikan dukungan kepada anak-anak dalam bermain, sehingga anak-anak tidak mudah bosan bermai dirumah dan takut untuk jauh dari jangkauan orang tua,” ujarnya.

Sementara itu, Idriz Rozi (48) selaku ayah kadung korban mengharapkan, agar pihak kepolisian dapat segera mengungkap kasus ini. Dan dirinya akan terus menunggu hasil pemeriksaan forensik, sehingga ia bisa mengetahui penyebab kematian dua buah hatinya tersebut.

“Saya sangat mengharapkan agar pelakunya dapat tertangkap, bila hasil forensik sudah kita terima, maka kita akan melakukan tindak lanjut,” tutup Idriz. (korankito.com/kardo)