Bentrok, 1 Suporter SFC Tewas

img_20161014_181518Palembang-Setelah sempat mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) BARI, Palembang, Nagareno Senopati (16), salah seorang suporter Sriwijaya FC, meninggal dunia dengan luka lebam di sekujur tubuh, Jumat (14/10) sekitar pukul 04.00.

Tewasnya Reno, sapaan akrab Nagareno, akibat bentrok sesama pendukung Laskar Wong Kito usai pertandingan Sriwijaya FC kontra Persegres Gresik United di Stadion Geloran Sriwijaya Jakabaring Palembang, Kamis (13/10) sekitar pukul 19.00.
Atas kejadian tersebut, ayah korban M Kadir (40), warga Rumah Susun, Kelurahan 32 Ilir, Kecamatan Bukit Kecil, Palembang, mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, untun membuat laporan atas peristiwa yang menimpa anaknya.

 

Saat diwawancarai, Kadir tidak mengetahui secara pasti kejadian yang menimpa anak kandungnya tersebut. Saat itu dirinya sedang berada di rumah, lalu mendapatkan kabar, dari saudaranya yang mengatakan kalau anaknya sudah di RSUD BARI, Palembang.
“Saya ditelepon oleh kakak angkatnya, bilang kalau Reno mendapatkan musibah, akibat bentrok sesama suporter SFC, dirawat di RSUD BARI Palembang. Jadi kami langsung ke rumah sakit, saya melihat anak saya sudah kritis,” ungkapnya saat ditemui di Polresta Palembang.
Menurut pria yang keseharian sebagai tukang becak ini, dirinya terakhir kali melihat anak kedua dari tuijuh bersaudara ini sekitar pukul 11.00, sebelum korban pergi menuju Stadion GSJ Palembang untun menonton bola. Saat itu, Reno hanya mengganti pakaian lalu pergi lagi.
“Saya tidak tahu kalau dia pergi mau menonton bola, saya baru sadar saat berpapasan dengan suporter yang hendak ke stadion. Waktu itu, hati saya berdetak jangan-jangan anak saya ini, menonton bola. Tapi, tidak terlalu saya pikirkan lagi,” tutur Kadir.

“Sudah saya larang jangan ikut suporter, nanti tawuran yang susahkan orangtua juga, dan sekarang kenyataannya benar-benar terjadi. Saya berharap polisi cepat menangkap para pelaku pembunahan anak saya,” harapnya.
Sementara itu, teman Reno yang berada di tempat kejadian perkara, yakni KMS Saprindo (15) mengatakan, saat itu ia bersama korban sedang asyik menongkrong di parkiran motor belakang tribun utara Stadion GSJ Palembang. Saat itulah, ia bersama 10 temannya termasuk Reno diserang segerombolan suporter lainnya.

“Kejadiannya sekitar pukul 19.30, tiba-tiba kami diserang oleh kelompok lain, ada yang membawa batu, kayu, dan benda lainnya. Kami dipukuli, sedangkan Reno terkapar di sana, tidak tahu permasalahannya apa mereka menyerang,” katanya.

Beruntung, saat itu petugas keamanan yang masih berjaga di Stadion GSJ Palembang, langsung membubarkan dua kelompok yang bertikai tersebut. Sementara, Reno dibawa ke RSUD BARI Palembang dengan menggunakan mobil ambulans.
Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Maruly Pardede mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan dari keluarga korban yang meninggal akibat tawuran suporter. Saat ini, pihaknya masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan olah TKP.
“Keributan terjadi di belakang tribun utara, dugaan sementara korban meninggal setelah dikeroyok oleh sesama suporter Sriwijaya FC, tapi kita masih melakukan penyelidikan guna mengetahui motif di balik semua ini,” jelasnya.

deny