Belasan Pemalak Diciduk Polisi 

Jpeg

Palembang – Tiga pemalak yang sering meresahkan para sopir angkutan kota (angkot) di kawasan Monpera, Kecamatan Ilir Barat (IB) I Palembang, berhasil ditangkap Satuan Intelkam Polresta Palembang, Rabu (12/9) sekitar pukul 15:00 WIB, saat sedang menjalankan aksinya.

Adapun pelaku yang ditangkap, yakni Andi (26) dan Jauhari (28) yang tinggal di Jalan Sido Ing Lautan, Kelurahan 35 Ilir, Kecamatan IB II Palembang. Sementara, pelaku lainnya Misnawati (47) warga KI Gede Ing Suro, Kelurahan 32 Ilir, Kecamatan IB II Palembang.

Berdasarkan data yang dihimpun, tertangkapnya tiga pelaku yang sedang memalak ini, bermula dari adanya laporan masyarakat melalu SMS online yang masuk ke Polresta Palembang. Lalu, Sat Intelkam Polresta Palembanv, langsung mendatangi tempat kejadian perkara.

Setibanya di sana, anggota Intelkam Polresta Palembang melihat pelaku Andi sedang mengambil uang dari sopir angkot jurusan Ampera-Bukit. Kemudian, langsung mengamankan pelaku, saat dilakukan pengembangan petugas kembali mengamankan dua pelaku lainnya Misnawati dan Jauhari. Ketiganya, langsung digelandang ke Mapolresta Palembang guna penyelidikan lebih lanjut.

Kasat Intelkam Polresta Palembang, Kompol Budi Santoso mengatakan penangkapan pelaku bermula dari laporan masyarakat, yang mengatakan banyaknya pemalak dikawasan tersebut yang meresahkan para sopir angkot.

“Setelah mendapatkan laporan itu, kita langsung melakukan penyelidikan. Dan, berhasil menangkap dua pelaku pemalakan yang sering meresahkan para sopir disana. Kedua pelaku sudah kita amankan untuk penyelidikan lebih lanjut,” jelasnya saat dimintai konfirmasi, Kamis (13/10) siang.

Lanjutnya, kegiatan pemberantasan pungli ini akan terus dilakukan hingga di kawasan Monpera bersih dari pemalakan yang dilakukan oleh oknum tak bertanggung jawab. “Apalagi ini, sesuai dengan instruksi dari pimpinan, untuk menindak lanjuti para pemalak,” jelasnya.

Sementara itu, pelaku Andi mengatakan jika dirinya hanya disuruh oleh Yakub untuk menariki uang dari sopir angkota diwilayah tersebut. Untuk mobil jurusan Ampera-Tangg Buntung dikenakan biaya Rp 4 Ribu sehari. Sedangkan Pakjo-Ampera dikenakan Rp 5 Ribu.

“Upah saya Rp 40 Ribu sehari pak, saya tidak tau kalau bermasalah ini. Saya hanya disuruh untuk mengambil uang-uang dari sopir angkot di sana. Saya tidak tahu kalau bermasalah seperti ini, sehari bisa dapat uang Rp 400 Ribu,” jelasnya saat ditemui di ruang piket.

Sedangkan, Misnawati mengatakan jika dirinya bukanlah pemalak. Melainkan, hanya berjulan rokok di seputaran kawasan Monpera. “Saya bukan pemalak pak, saya di sana hanya berjualan saja, Yakub itu menantu saya, saya tidak tahu kalau dia bekerja seperti ini,” terangnya.

Sementara itu, disisi lain Unit Pidana Umum Polresta Palembang juga mengamankan 13 pemalak yang meresahkan warga. Belasan pemalak tersebut, tertangkap tangan sedang meminta uang kepada sejumlah soput di kawasan 7 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I palembang.

Berdasarkan pantauan di lapangan, belasan pemalak tersebut, dibariskan di Halaman Polresta Palembang, selanjut diberikan hukuman menyanyikan lagu Nasional. Namun, dari bebarapa pemalak banyak yang tidak hafal dengan lagu Pada Mu Negeri.

Satu pemalak, yakni Bambang Sugiarto (45) warga Jalan KH Azhari, Lorong Kedeman, Kelurahan 7 Ulu, Kecamatan SU I Palembang, kedapatan membawa sebilah senjata tajam jenis pisau kecil. Menurutnya, pisau tersebut bukanlah miliknya. “Pisau itu di mobil tadi pak, bukan punya saya. Saya tidak tahu. Dan saya juga tidak melakukan pemalakan,” ujarnya saat ditemui di halaman Polresta Palembang.

Kasat Reskrim Kompol Maruly Pardede mengatakan penangkapan pemalak ini dilakukan, sebagai bentuk upaya dari Polresta Palembang dalam melakukan pemberantasan pungli yang ada di Kota Palembang dengan melakukan pemberantasan premanisme.

“Setiap yang melakukan pungli akan kita berantas, pelaku ini ini ditangkap karena tertangkap tangan sedang memalak sopir dan warga yang melintas dilokasi. Nantinya, setelah didata, pelaku akan dikenakan pasak sesuai perbuatannya, yang membawa akan dikenakan UU Darurat,” jelasnya. (korankito.com/denny)