Widodo : Kepala Sekolah Harus Bisa Bahasa Asing

ssc0101

Palembang – Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) memberikan syarat tambahan bagi yang ingin menjadi kepala sekolah di Sumsel. Selain persyaratan yang tercantum dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) nomor 28 Tahun 2010, Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sumsel lebih mengutamakan calon kepala sekolah (cakep) yang menguasai bahasa asing dan tidak merokok serta bebas narkoba.

Menurut, Kepala Dinas Pendidikan Nasional Sumsel Widodo saat ditemui di ruang kerjanya di Disdik Provinsi Sumsel, bila ada dua orang cakep yang akan diajukan menjadi kepala sekolah dengan kualifikasi yang sama, maka pihaknya lebih memilih cakep yang fasih berbahasa asing dan bebasrokok. “Kami utamakan yang menguasai bahasa asing, bukan Bahasa Inggris saja. Jadi, nanti akan ada tes interview bahasa asing bagi cakep yang diajukan atau mengajukan dirinya,” tegas Widodo kepada Koran Kito, Rabu (12/10).

Bisa berbahasa asing, tidak merokok serta bebas narkoba, lanjutnya, tentu akan cocok menjadi panutan di sekolahnya. Widodo menghimbaukan bagi kepala sekolah saat ini, terutama tingkat sekolah menengah atas dan kejuruan (SMA dan SMK), mereka harus meningkatkan kompetensi mereka di bidang bahasa asing. Mengingat kita akan menyambut Asian Games serta menghadapi Masyarakat Ekonomi Asia (MEA).

“Bagaimana mau meningkatkan mutu sekolah dan pendidikan, jika pemimpinnya saja tidak berkompeten. Jadi, tiap kepala sekolah yang belum fasih berbahasa asing, agar segera membenahi diri. Jangan hanya menunggu perintah atau pelatihan dari Disdik. Mereka harus kreatif dan inovatif dalam meningkatkan kemampuan berbahasa asing mereka,” himbau Widodo.

Selain itu, Widodo menjelaskan aturannya kepala sekolah itu maksimal memimpin selama 4 tahun atau 2 periode, tapi jika dinilai kinerjanya bagus maka bisa ditambah 1 periode lagi. “Tentu kami akan mempertahankan kepala sekolah yang berkompeten. Jika tidak ada sumbangsihnya terhadap kemajuan sekolah bahkan merugikan sekolah, mau sebentar ataupun lama tentu akan dicopot. Itu lumrah, sesuai aturan yang ada. Bukan atas keinginan pribadi. Jadi tidak perlu ada arahan tertentu dari pihak lain,” katanya lagi. (korankito.com/eja)