Rayakan Hari Santri Nasional dengan Pecahkan Rekor Muri

dsc_0345

Palembang – Sebanyak 604 anak didik dari 108  madrasah dan pondok pesantren se-Sumatera Selatan (Sumsel) berpartisipasi dalam pemecahan rekor Muri penulisan Mushaf Al-Qu’ran. Ratusan anak didik madrasah dan ponpes se-Sumsel ini dengan khusyuk menulis Mushaf Al-Qur’an. Acara ini adalah sebagian dari rangkaian kegiatan perayaan hari santri nasional yang jatuh pada 22 Oktober mendatang.

Penulisan Mushaf Al-Qur’an juga akan mencetak sejarah dalam musium rekor Indonesia (MURI), karena dilakukan secara serentak diseluruh provinsi di Indonesia dengan melibatkan 100.000 anak didik dari madrasah dan ponpes melalui kementerian agama (Kemenag).

Kepala kantor wilayah Kemenag Sumsel, Alfajri Zabidi mengatakan, ini adalah program nasional, dan bukan hal yang asing lagi bagi Sumsel untuk mengadakan kegiatan bernuansa Islami. Karena ciri pendidikan madrasah itu adalah siswanya yang beragama dan berahlak mulia.

“Kegiatan ini adalah rangkaian acara perayaan untuk memperingatkan hari santri nasional. Dengan melibatkan 604 anak didik dari madrasah dan ponpes se-Sumsel dengan tujuan memecahkan rekor MURI, menulis Mushaf Al-Qur’an secara serentak di Indonesia oleh 100.000 anak didik. Dan pemecahan rekor ini memakan waktu maksimal 2 jam untuk menyelesaikan dua Mushaf dengan empat halaman yang akan mereka tulis,” jelasnya saat ditemui disela acara yang digelar  di aula Asrama Haji Sumsel, Rabu (12/10).

Selain itu, kedepannya, pihaknya berharap akhlak Al-Qur’an bisa bersemanyan dikarakter tiap anak di Indonesia dan jauh dari hal-hal yang bertentangan dengan syatiah Islam. “Kami juga mempunyai program kerja, dimana tiap jenjang pendidikan nadrasah dan ponpes minimal dapat menghafal 3 juzz Al-Qur’an. Ini adalah sumbangsih kami untuk bangsa,” tuturnya.

Sementara, ketua pelaksana pemecahan rekor MURI penulisan Mushaf Al-Qur’an provinsi Sumsel, Paidol Barokat Menjelaskan peserta yang terlibat adalah anak didik dari tingkat Madrasah Ibdita’iyah (MI) hingga Madrasah Aliyah (MA) dan juga dari ponpes “Yang ikut dari 92 madrasah dan sisanya ponpes se-Sumsel. Seluruh peserta akan diberi piagam atau sertifikat dari kemenag. Dan untuk kegiatan ini sendiri akan mendapat penghargaan dari MURI,” terang Paidol yang juga kepala bidang madrasah Kemenag Sumsel ini kepada Koran kito.

Salah satu peserta penulisan Mushaf dari MIN 1 Muara Enim, Shayacfa mawadha hidayah mengaku, dirinya sudah biasa membaca dan menulis Al-Qur’an (BTQ) sejak ia masih taman kanak-kanak (TK) dulu. Jadi tidak ada kendala yang terlalu sulit dalam menulis Mushaf. “Saya menyelesaikan 2 halaman Mushaf ini tidak sampai 1 jam. Hanyabsaja yang sedikit menghambat itu, pensilnya yang cepat tumpul jadi harus diserut lagi,” jelas Shayacfa yang didampingi empat sahabat karibnya yang juga siswi kelas 6 di MIN 1 Muara Enim. (korankito.com/eja)