Promosi Wisata Palembang Masih Rendah 

img_20161013_083346

Palembang – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang  dinilai belum maksimal dalam mengembangkan potensi pariwisata yang ada di Palembang. Pengembangan daerah yang menjadi tujuan wisata belum dilakukan secara keseluruhan.

“Pemkot Palembang harusnya bisa mengembangkan alternatif destinasi pariwisata yang lainnya seperti Pulau Kemaro, Kampung Kapitan, Kampung Al Munawar dan lainnya. Jadi pengembangan destinasi pariwisata jangan hanya bersifat parsial saja,” ungkap Ketua Asosiasi Wisata Travel (Asita) Sumsel, Anton Wahyudi usai Coffee Morning yang diselenggarakan Dinas Pariwisata (Disbudpar) Palembang dengan Stake Holder Pariwisata di Rumah Dinas Walikota Palembang Jalan Tasik, Kamis (13/10).

Dikatakan Anton, Palembang yang akan menjadi tuan rumah Asian Games pada 2018, sehingga akan dikunjungi banyak kontingen dari luar negeri. Untuk itu, Palembang  harus memiliki konsep wisata yang jelas dan ada yang diprioritaskan.

“Untuk menarik wisatawan dan wisman untuk datang ke Sumsel khususnya Palembang harus ada promosi yang gencar dilakukan. Palembang harus punya konsep untuk mempromosikan pariwisata yang ada. Pengembangan pariwisata yang ada harus diupayakan agar orang tertarik tidak hanya mampir atau singgah saja tapi juga berkeliling. Kontingen yang akan datang saat Asian Games nanti akan memerlukan destinasi pariwisata,” jelasnya.

Karena itu, menurut Anton, Pemkot Palembang harus bersiap dari sekarang. Segera mendata tempat-tempat wisata maupun konsep wisata yang akan dikembangkan untuk sambut Asian Games mendatang.

Bila perlu  Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang  dapat menggandeng pihak ketiga untuk mengelola tempat-tempat wisata yang ada seperti pengelolaan pulau Kemaro dan bungalownya. Melalui kerjasama dengan pihak ketiga, tempat-tempat wisata tersebut tentu akan terawat dengan baik.

Seperti tempat wisata Pulau Kemaro kalau pengelolaannya deserahkan melalui pihak ketiga akan lebih terawat. “Kalau yang kelola pemerintah siapa yang mau urus,” terangnya.

Senada, Ketua Badan Promosi Pariwisata Sumsel Ahmad Yani mengatakan, pihaknya siap membantu memfasilitasi pemkot Palembang dan pihak swasta dalam membangun bidang kepariwisataan. Apalagi sosialisasi dan promosi yang maksimal menjadi kunci peningkatan pelancong ke Palembang.

“Hal yang harus dikembangkan di Palembang untuk persiapan ajang olahraga internasional itu, yakni infrastruktur yang difokuskan di Jakabaring Sport City, selanjutnya promosi wisata daerah,” ujarnya.
Ia yakin moment  Asian Games dapat dimanfaatkan pelaku usaha bidang wisata dan travel untuk mengembangkan bisnis mereka. Namun, Pemkot Palembang harus membuka diri kepada swasta agar usaha perjalanan wisata bisa mendukung program peningkatan pendapatan di sektor wisata.

Yani menyebutkan, kedua pihak ini mesti bekerja bersama mengenalkan Palembang dan Sumsel secara umum ke luar. “Kami siap menjembatani pemkot dan swasta dalam pembangunan bidang kepariwisataan,”katanya.

Sementara itu Walikota Palembang Harnojoyo mengatakan, ada tiga konsep pengembangan pariwisata yang akan dikembangkan oleh Pemkot Palembang. Ketiga konsep wisata tersebut yakni, wisata kuliner, wisata ziarah dan wisata sungai. “Wisata sungai akan lebih diutamakan. Wisata sungai ini akan terintegrasi nantinya dengan pulau Kemaro.

Menurut Harnojoyo, Pemkot Palembang akan berupaya melakukan pembenahan dan pengembangan daerah-daerah wisata yang ada di Palembang. “Jangan sampai seperti yang sudah-sudah, misalnya saat GMT lalu. Selesai GMT, pengunjung dari luar kota dan luar negeri itu langsung terbang kembali ke negaranya. Kita rugi di sini. Karena itu, sudah saatnya kita berupaya agar pengunjung bisa menikmati destinasi wisata yang kita kembangkan,” ucapnya.
Adapun saran agar Pemkot bekerja sama dengan pihak ketiga tentu akan dipertimbangkan. “Paket wisata kita akan MoU dengan salah satu pengusaha dari Bali, yang penting bisa mendatangkan kunjungan wisata,” tukasnya. (korankito.com/ria)