Bobol Bengkel, Untuk Buat SIM

Jpeg

Jpeg

Palembang – Berdalih tak mempunyai uang untuk membuat Surat Izin Mengemudi (SIM), Roni (38) seorang sopir angkutan kota (angkot) yakni Roni (38) nekat melakukan pembobolan bengkel yang terletak di Pergudangan Sriwijaya, Jalan Srijaya Negara, Kecamatan Kertapati Palembang sebanyak dua kali.

Atas ulahnya itu, pria yang tercatat sebagai Desa Ibul Besar, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir (OI) Sumsel ini, harus mendekam di sel tahanan Mapolsekta Kertapati, setelah ditangkap anggota Satreskrim Polsek Kertapati, Selasa (11/9) sekitar pukul 23:00 WIB.

Pengakuan tersangka, ia nekat melakukan aksi pencurian tersebut lantaran tak memilik sejumlah uang untuk membuat SIM, lantaran SIM yang dimilikinya sudah lama habis masa berlaku. Sedangkan sisanya, untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Saya ini bekerja sebagai sopir pak, tapi SIM saya mati. Tidak punya uang untuk membuat baru, jadi saya nekat mencuri. Kalau, uangnya bersisa, untuk beli celana, dan makan sehari-hari,” ujar Roni, saat gelar perkara di Mapolsekta Kertapati Palembang, Rabu (12/10) siang.

Menurutnya, saat beraksi ia hanya sendirian, dan sudah dua kali melakukan pencurian di Pergudangan Sriwijaya tersebut. Rencananya barang-barang hasil curian tersebut akan dijualnya ke Pasar Cinde, Kecamatan Ilir Timur (IT) I Palembang.

“Kalau mesin itu rencananya, mau saya jual Rp 1 Juta, karena tidak tahu harganya pak. Tapi belum sempat saya jualan pak, sudah ditangkap polisi. Barang itu, saya simpan dulu di rumah. Memang akan saya jualkan pak ke Cinde,” tambahnya.

Berdasarkan data yang dihimpun, perbuatan pelaku bermula pada Senin (26/9) kemarin. Dimana tersangka beraksi di bengkel milik korban Mustar (55) warga Desa Ibul Besar I, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten OI, Sumsel.

Lalu, Roni masuk kedalam melalui toko yang kosong berada di samping, bengkel milik korban. Setelah berada didalam, pelaku mengambil barang yakni 1 Unit Mesin Las Merk Lakoni, 1 Unit Dinamo Starter, 1 Dinamo Cas, dua Baterai merk Inco, sehingga kerugian ditaksirkan mencapai Rp5 juta.

Kemudian, pelaku kembali menyatroni bengkel bubut milik Jimmi Kawi (36) yang tinggal Komplek Sukarami Indah, Kelurahan Kebun Bunga, Kecamatan Sukarami Palembang. Disana, pelaku mengambil 1 Unit Injeksi Pump, 1 Unit Mesin Pemotong, dengan kerugian mencapai Rp 10 Juta.

Sementara itu, Kapolsek Kertapati Iptu Deli Haris didampingi Kanit Reskrim Ipda M Uzir mengatakan penangkapan pelaku berawal dari adanya laporan masyarakat di Komplek Pertokoan Sriwijaya yang resah karena sudah beberapa kali terjasi aksi pencurian tersebut.

“Setelah mendapatkan laporan itu, kita mulai melakukan penyelidikan dan memeriksa saksi-saksi yang berada di sana. Barulah, kita mengarah ke pelaku berinisial R ini. Dan, kita melakukan upaya paksa penangkapan terhadap pelaku, alhamdullilah pelaku sudah kita amankan,” jelasnya.

Menurut pengakuan tersangka, lanjutnya, pelaku sendiri sudah beberapa kali melakukan aksi pencurian tersebut. Dari tangan pelaku, pihaknya mengamankan barang bukti Injeksi Pump, alat pemotong las. Sementara barang lainnya, masih dalam pengembangan oleh pihaknya.

“Tersangka ini memang sering malakukan pencurian disana, sementara untuk TKP lainnya, akan terus kita kembangkan. Modus operandi yang digunakan pelaku, melihat keadaan sepi, pwlaku masuk dan mengambil barang disana. Dia juga akan dikenakan Pasal 363 KUHP dengan ancaman diatas lima tahun,” tutupnya. (korankito.com/denny)