Bisa Dipercaya

Rebutan Penumpang, Dua Kernet Adu Jotos

img_20161011_171811

Palembang – Dua pemuda yang berprofesi sebagai kernet angkutan kota (angkot) yakni Tedi Oktavinadi (25) warga Jalan Gang Kaleng, Kelurahan Plaju Ulu, Kecamatan Plaju bersama Herisyah (24) warga Lorong Kedukan, Kelurahan 5 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I Palembang, terlibat adu jotos.

Atas kejadian tersebut, Tedi harus mengalami luka di bagian pelipis matanya, sehingga membuat pengaduan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polresta Palembang atas tuduhan penganiayaan yang dilakukan teman seprofesinya yakni Herisyah.

Berita Sejenis

Kids Zaman Now Menguncangkan Dunia

Tim Satgas Lubuklinggau Cek Stok Jelang Natal

Temani Cari Ponsel, Pelajar SMA Diperkosa

1 daripada 3.081

Informasi yang dihimpun, kejadian tersebut bermula saat Tedi dan Herisyah sedang mencari penumpang di kawasan Pasar 16 Ilir, Kecamatan Ilir Timur (IT) I Palembang, Minggu (9/10) sore. Diduga rebutan penumpang, keduanya terlibat cekcok mulut yang berujung perkelahian.

Beruntung, perkelahian tersebut terlihat oleh petugas Satlantas Polresta Palembang langsung mengamankan Tedi dan Herisyah ke Pos Polisi Air Mancur. Selanjutnya, keduanya diserahkan ke Mapolresta Palembang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Namun, pelaku Herisyah membantah kalau keributan antaranya dengan korban disebabkan oleh rebutan penumpang, melainkan dipicu oleh korban yang meminta uang uuntuk membeli minuman keras. Bahkan, ia pun berdalih sudah melakukan penganiayaan terhadap Tedi.

“Waktu itu saya lagi mencari penumpang, tiba-tiba dia mendatangi saya untuk meminta uang beli miras. Tidak saya kasih, tapi dia marah-marah yang langsung mencekik saya, dan mukuli saya, lalu kami berkelahi,” ujarnya saat ditemui di ruang piket, Selasa (11/9) siang.

“Kami berdua diamankan di Pos Polisi Air Mancur, dan dibawa ke Mapolresta Palembang. Tapi, kenapa hanya saya yang ditangkap, sedangkan dia tidak. Saya juga mengalami luka-luka,” tambahnya.

Sementara Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Maruly Pardede SIk MH membenarkan adanya penangkapan pelaku penganiayaan tersebut. Menurut Maruly, saat ini anggotanya masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku yang diamankan.

“Masih kita mintai keterangan terlebih dahulu, baik terlapor maupun korban. Kalau memang terlapor bersalah, dan terbukti menganiaya korban akan kita jerat pasal 351 KUHP,” tegasnya. (korankito.com/denny)