Polisi Ringkus Komplotan Pembobol Mini Market

img_1161

Palembang – Usai sudah aksi ketiga remaja specialis bobol minimarket yakni, Riansyah (20), Ridwan (20) dan Rizky Akbar (16) yang tergabung dalam komplotan pembobol minimarket dan berstatus pelajar.

Diketahui,  dari semua aksi yang pernah dilakukan komplotan tersebut, ada empat minimarket yang telah dibobol dan barang-barangnya digasak para komplotan ini hanya untuk keperluan poya-poya

Dari tangan tersangka, petugas Polsek Sukarami Palembang berhasil mengamankan, satu buah linggis dan senjata tajam.

Dihadapan petugas, tersangka Riansyah mengaku, jika dalam aksinya, mereka berbagi tugas dan memakai penutup muka seperti topeng atau sarung untuk menyembunykan wajah mereka saat beraksi.

“Saat beraksi, kami berbagi tugas pak, ada yang membongkar dan ada juga yang mengambil barang. Saat beraksi, kami pakai topeng biar tidak ketahuan. Beraksi kalau sedang tidak ada uang, baru beraksi pak,” ujar Riansyah saat diamankan di Polsek Sukarami Palembang, Selasa (11/10).

Ketiga tersanka yang tercatat sebagai warga Sukajadi Kecamatan Talang Kelapa Palembang dan masih berstatus pelajar SMA di Palembang ini mengaku jika mereka bergerak pada malam hari ketika pengawai minimarket telah pulang. Dan komplotan ini mengincar minimarket baik itu Alfamart dan Indomaret yang tidak beroperasi 24 jam, agar mereka lebih mudah dalam menjalankan aksinya dan mengambil barang-barang yang ada di dalam minimarket tersebut.

“Biasanya, kami lihat dulu kondisi minimarket itu pak, jika sdah kondusif, kami langsung beraksi dengan membongkar pintu atau rolling door minimarket,” ungkap Riansyah.

Kapolsek Sukarami Palembang Kompol Akbar menuturkan, jika ketiga tersangka ditangkap saat anggota sedang melakukan patroli di Jalan HM Soleh KM 7 Palembang. Saat itu tersangka yang berjumlah enam orang tiba-tiba hendak kabur saat kepergok petugas. Hingga petugas langsung melakukan penangkapan dan tiga dari enam tersangka yakni RK, RO, dan DP berhasil melarikan diri.

“Ketiganya ditangkap saat petugas memergoki mereka tengah beraksi, ada enam pelaku, tiga berhasil lolos, dan tiga lagi berhasil ditangkap. Saat ini kita masih melakukan pengembangan dan mengejar ketiga pelaku lain,” ungkap Akbar.

Selain itu, akbar juga menjelaskan, jika semua tempat yang mereka bobol mengalami kerugian Rp 16 juta. Dan untuk mempertanggung jawabkannya, kini ketiga tersangka akan ditahan.

“Pemilik minimarket mengalami kerugian belasan juta rupiah. Dan ketiga tersangka akan dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dan pemberatan, dengan ancaman lima tahun penjara,” pungkas Akbar.(korankito.com/kardo)