Pleno IMI Sumsel Dituding Langgar AD/ART

logo_imi_pusat_2012

Palembang – Kisruh yang terjadi di organisasi Ikatan Motor Indonesia (IMI) Pusat, rupanya menjalar hingga tingkat Sumsel. Seolah terbawa arus kisruh di pusat, pengurus IMI Sumsel terindikasi melanggar AD/ART yang berlaku di organisasi.

Dari informasi yang dihimpun, Ketua Umum IMI Sumsel, Budi Antoni Aljufri memanggil beberapa pengurus ke LP Suka Miskin. Sesampainya disana, mereka ditegur lantaran mengadakan kegiatan Pleno untuk Musyawarah Provinsi, 29 Oktober mendatang.

“Kami saja tidak mengetahui ada pleno. Kami tanya ke Ketua Umum, apakah ada izin untuk kegiatan pleno? Ketua bilang, tidak ada,” ujar Kabid Olahraga Mobil, Robert Tajur kepada wartawan.

Disinyalir pleno tersebut untuk melaksanakan Musyawarah Provinsi (Musprov) yang akan mengganti Ketua Umum secara sepihak. Sedangkan kisruh di IMI Pusat, sudah ada keputusan dari Badan Arbitrase Olahraga Indonesia (BAORI), yang memutuskan untuk Munas IMI diulang.

“Secara otomatis, keputusan BAORI juga berpengaruh ke daerah termasuk Sumsel. Hal itulah yang membuat Ketua Umum IMI Sumsel menunda Musprov demi menghormati keputusan BAORI tersebut,” lanjutnya.

Robert menambahkan, usai bertemu Ketua Umum IMI Sumsel, pihaknya membawa surat yang menyatakan bahwa Budi Antoni sampai saat ini tetap sah sebagai Ketua Umum dan belum mengundurkan diri.

Pihaknya juga tidak mempermasalahkan jika Ketua Harian IMI Sumsel, mau mencalonkan diri sebagai Ketua Umum. Akan tetapi, prosedur organisasi harus dijalankan secara konsisten.

“Minimal, diketahui oleh Ketua Umum langsung. Nah sekarang tiba-tiba ada pleno, padahal waktu itu kita sedang menyambut PON. Seharusnya tidak bisa seperti itu, kita harus hormati aturan main organisasi,” tuturnya lagi.

Sehingga kedepannya ia berharap, organisasi IMI Sumsel lebih tertata lagi. “Lebih bagus kan kalau kita menghormati prosedur organisasi dan AD/ART. Jangan dilanggar, meskipun Ketua Umum saat ini berhalangan,” tukasnya.resha