Ribuan Pasutri Tak Miliki Buku Nikah

img-20161011-wa0001

Palembang – Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kota Palembang memperkirakan, ada ribuan pasangan suami istri (pasutri) di Kota Palembang  yang diduga tidak memiliki buku nikah. Padahal dari sisi hukum negara, buku nikah ini sangat penting sebagai pengakuan dari negara.

“Kita belum lakukan pendataan. Jadi belum tahu angka pastinya berapa. Bisa saja dari sekian banyak pasangan yang telah lama menikah buku nikah yang ada tercecer (hilang) atau nikah di bawah tangan,” jelas Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kota Palembang, Darami saat menghadiri acara resepsi 50 pasang nikah massal kegiatan rutin Pemkot Palembang setiap tahunnya di halaman Plaza Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang, Selasa (11/10).

Menurutnya, pernikahan yang biasanya ditangani P3N, kebanyakan pasangan suami istri terlalu lama untuk mendapatkan buku nikah. Belum lagi banyak pernikahan yang dilakukan di bawah tangan, sah secara agama, hanya saja tidak memiliki bukti sah yang diakui negara.

“Sebelumnya, peserta nikah massal telah mengikuti sidang isbath di Kemenag. Jadi apa yang dilakukan Pemkot Palembang ini sangat baik,karena membantu mempermudah pasangan pasutri untuk memiliki buku nikah, ” katanya.

Adapun buku nikah yang dikeluarkan oleh KUA untuk peserta nikah massal yakni sesuai dengan tanggal pernikahan mereka sebelumnya.  “Jadi buku nikah yang kita keluarkan disesuaikan waktu mereka nikah terdahulu, bukan tanggal yang dikeluarkan sekarang,” ungkapnya.

Dia berharap sidang  Isbat (pengesahan nikah) tahun mendatang jumlah peserta harus bertambah. “Jadi semakin banyak pasutri yang tidak memiliki buku nikah, bisa memiliki buku nikah dengan nikah massal yang difasilitasi Pemkot Palembang,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Sub Bagian (Kasubag) Agama Kesra Sekretariat Daerah (Setda) Kota Palembang M. Ilyas mengatakan, nikah massal sudah digalakan sejak tahun 2008 lalu dengan jumlah peserta yang mengikuti nikah massal sebanyak 50 pasang disetiap tahunya.

“Kalau ditotal hingga sekarang ada 450 pasangan yang telah mengikuti nikah massal yang pesertanya diambil dari setiap kecamatan yang ada,” jelasnya.

Untuk tahun ini, katanya dari 50 pasangan nikah yang mengikuti nikah massal hanya satu pasangan nikah yang pengantin baru sisanya pengantin lama, dan ada delapan pasangan yang masih belum melengkapi persyaratan.

“Setiap pasangan mendapat hadiah dari sponsorhip satu unit kompor gas dan menginap satu malam di Hotel Santika,untuk pasangan pengantin baru,” ungkapnya. (korankito.com/ria)