Hamili Tetangga, Erik Menginap Di Sel Tahanan

img_20161010_150018

Palembang – Lantaran sudah menghamili tetangganya sendiri, yakni HN (16) yang tinggal di Jalan Parameswara, Kecamatan Ilir Barat (IB) I Palembang, membuat Erik Ternando (19) harus menginap di sel tahanan Mapolresta Palembang setelah diserahkan oleh keluarga korban, Senin (10/10) pagi.

Korban yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) swasta di Kota Palembang ini, hamil 3 bulan setelah dipaksa pelaku berhubungan badan sebanyak enam kali. Tak, senang perbuatan pelaku ibu korban ST (56) mendatangi menyerahkan tersangka.

Diceritakan ibu korban saat berada di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, hamilnya HN terungkap setelah ia mendengar anaknya tersebut berdoa agar tidak hamil, setelah berhubungan layaknya suami-istri dengan pelaku Erik.

“Waktu itu dia lagi sholat di dalam kamar, lalu beroda jangan hamil, jangan hamil, saya mendengar itu yang kebetulan melintas di depan kamar dia. Setelah saya desak, akhirnya dia mengaku kalau sudah dihamili oleh pelaku,” ujarnya saat memberikan keterangan dihadapan petugas.

Lantas, mendengar pengakuan anaknya tersebut, ia bersama anggota keluarga lainnya mengamankan pelaku yang sedang bekerja di kolam ikan sebelah rumahnya. Selanjutnya, Erik digelandang ke Mapolresta Palembang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Pelaku ini memaksa anak saya agar mau berhubungan badan, kebetulan dia itu bekerja di tambak ikan sebelah rumah kami, jadi disanalah dia menyetubuhi anak saya. Pengakuan tersangka sendiri, sudah enam kali melakukannya dengan anak saya,” tambahnya.

Disisi lain, pelaku Erik berdalih kalau sudah memaksa korban untuk berhubungan badan. Menurutnya, perbuatan tersebut terjadi lantaran suka sama suka, lantaran HN dengan dirinya sudah menjalin hubungan asmara sejak beberapa bulan yang lalu.

“Saya dengan dia memang pacaran pak, selama pacaran itu sudah enam kali melakukannya, tidak dipaksa apalagi diancam. Kami suka sama suka pak,” ujar pemuda yang tinggal di Kecamatan Pampangan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan ini.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Maruly Pardede memebenarkan adanya penyerahan pelaku dari keluarga korban. Saat ini, pelaku sudah diamankan di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Palembang guna pengembangan dan penyelidikan lebih lanjut.

“Pelaku sudah kita amankan dan masih dalam pemeriksaan anggota kita, korban sudah kita mintai untuk melakukan visum terlebih dahulu. Tentunya, pelaku akan diproses sesuai hukum yang berlaku dan terancam dikenakan UU Perlindungan Anak,” jawabnya singkat. (korankito.com/denny)