Bisa Dipercaya

Gubuk Liar Di Jakabaring Segera Digusur 

img_20161010_144009

Palembang – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang mulai melakukan penertiban terhadap bangunan atau gubuk liar milik warga yang dibangun disepanjang Jakabaring. Penertiban ini sesuai instruksi dari Gubernur Sumatera Selatan yang menginginkan disepanjang jalur yang dilalui Right Rail Transit (LRT) dan aliran sungai bebas dari gubuk liar.

“Kita sudah mengeluarkan surat peringatan yang kedua. Surat peringatan yang pertama sudah kita keluarkan dua minggu lalu. Dalam waktu dekat penertiban gubuk-gubuk liar milik warga itu akan kita tertibkan,” ungkap Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Alex Ferdinandus saat ditemui di kantornya, Selasa (11/10).

Berita Sejenis
1 daripada 3.086

Alex menjelaskan, gubuk liar yang berdiri disepanjang jalan menuju Jakabaring merupakan milik warga sekitar yang dimanfaatkan untuk berjualan makanan dan minuman ringan . Bahkan sebagian ada yang baru berdiri saat LRT mulai dikerjakan.

Karena itu, sebagai tuan rumah Asian Games 2018, Palembang akan didatangi ribuan tamu dari mancanegara. Sehingga penataan perlu dilakukan agar Palembang terlihat bersih dan nyaman sebagai kota tuan rumah Asian Games.

Apalagi disepanjang Jakabaring akan dilalui LRT yang nantinya sebagai moda transportasi mengangkut kontingen dari semua negara peserta Asian Games.  “Ada banyak gubuk-gubuk yang berdiri di pinggir jalan di sepanjang Jakabaring ini. Kita sudah himbau mereka untuk bongkar sendiri,” ujarnya.

Hanya saja sampai dengan saat ini, jelas Alex, belum ada satupun dari pemilik gubuk liar tersebut yang membongkar sendiri gubuk mereka. Padahal dalam aturan sudah dijelaskan pedagang tidak boleh mendirikan bangunan apapun di bahu jalan ataupun daerah aliran sungai.

Menurutnya, tidak ada ganti rugi kepada warga yang mendirikan bangunan apapun di pinggir jalan atau bahu jalan.  Ganti rugi hanya diberikan untuk pemilik lahan yang lahannya milik sendiri dan terkena dampak dari pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah.

“Kita akan keluarkan lagi surat peringatan ketiga. Jika masih tidak diindahkan dan bongkar sendiri kita yang akan bongkar,” tegasnya.

Menurut Alex kembali, sebagai penegak Perda Kota Palembang sudah menjadi tugas Sat Pol PP untuk menjaga ketertiban, kenyamanan di Kota Palembang. Apalagi sebentar lagi akan ada Asian Games.

Memang tambahnya, untuk menjalankan tugas dan tupoksi Sat Pol PP sebagai penegak Perda di Kota Palembang, pihaknya masih terkendala baik dari sisi armada dan personil. Untuk melakukan penertiban di pasar setiap harinya pihaknya hanya memiliki 3 unit dumptruk dan 9 mobil patroli.

Idealnya untuk mengcover 16 kecamatan yang ada di Palembang, ulasnya, minimal satu kecamatan satu mobil dumptruk dan satu mobil patroli. Dengan jumlah personil sebanyak lebih kurang 481 personil.

Saat ini hanya ada 250 personil yang bertugas di lapangan dan sisanya bertugas di kantor pemerintahan dan penjagaan aset. “Kita akan minta tambahan di tahun 2017 dan mudah-mudahan akan disetujui,” tukasnya. (korankito.com/ria)