Dear Minta Dihukum Ringan

titipan-ria-2

Palembang – Enam terdakwa kasus suap RAPBD dan LKPJ Muba yakni ketua fraksi DPRD Muba Ujang M Amin Ketua Fraksi PAN, Jaini Ketua Fraksi Golkar, Parlindungan Harahap Ketua Fraksi PKB, Dear Fauzul Azim Ketua Fraksi PKS, Iin Pebrianto Demokrat dan Defi Irawan Ketua Fraksi Nasdem kembali duduk di kursi pesakitan, Senin (10/10) dengan agenda mendengarkan pledoi atau pembelaan enam terdakwa terhadap tuntutan Jaksa Penuntut Umum KPK yang sebelumnya telah dibacakan pada sidang minggu lalu di Pengadilan Tipikor PN Palembang.

Sidang lanjutan yang dipimpin hakim ketua Kamaluddin dimana pembelaan dari para terdakwa dibacakan masing-masing kuasa hukum mereka dimuka persidangan terkait tuntutan JPU KPK minggu lalu. Kuasa hukum Dear Fauzul Azim dari Ketua Fraksi PKS mengungkapkan kalau terdakwa hanya terikut sistem yang telah ada sejak lama di Muba. Sehingga, dengan ini Dear tidak bersalah dan hanya ikut dalam sistem yang telah ada sejak lama. Dear menyatakan bila adanya keterlambatan LKPJ dan RAPBD sudah disetting eksekutif agar tujuan mereka dapat tercapai dengan mengorbankan legistif terlebih yang tidak mengetahui sistem terdahulu.

“Kami berharap kepada hakim yang mulia untuk membebaskan Dear demi hukum. memulihkan nama baik Dear, membebankan biaya perkara kepada negara, ila memang majelis berpendapat lain maka kami berharap majelis dapat mengambil keputusan yang seadil-adilnya,” ujar kuasa hukum Dear dimuka persidangan.

Selain itu, dalam pledoi Dear juga mengungkapkan selama persidangan selalu memberikan keterangan yang sebenar-benarnya dan tidak berbelit-belit. Tidak hanya itu, majelis hakim juga diminta untuk mempertimbangkan terhadap tuntutan dari JPU KPK, karena Dear merupakan seorang suami dengan tiga anak dan saat ini istrinya sedang dalam keadaan hamil.

“Saya menyesali dan apa yang dilakukan salah. Jangan memvonis dengan hukuman yang berat seperti koruptor yang besar,” ujarnya.

Terdakwa lainnya Defi Irawan juga membacakan pledoinya secara pribadi dimuka persidangan selain pledoi dari kuasa hukumnya. Dalam pledoinya Defi mengatakan bila dalam tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan korupsi bersama-sama. Sekarang, ia mengaku hanya sebagai rakyat biasa yang tidak memiliki jabatan publik saat ini.

“Bila memang majelis hakim tidak sependapat, maka saya memohon agar dijatuhkan hukuman yang seringan-ringannya,” ujar Defi.

Usai mendengarkan pledoi yang dibacakan masing-masing kuasa hukum dan Defi serta Dear yang membacakan pledoinya secara pribadi, majelis hakim yang dipimpin Kamaludin memutuskan untuk melanjutkan persidangan dua pekan kedepan. Dimana dua pekan kedepan, majelis hakim akan menentukan nasib keenam terdakwa terkait kasus suap yang melibatkan mereka.

“Majelis hakim akan menentukan sikap pada dua minggu mendatang. Sidang ditutup dan akan dilanjutkan dua minggu kedepan,” ujar Kamaludin menutup persidangan. (korankito.com/ria)