Bisa Dipercaya

Bantal Suka-suka Karya Mahasiswa UBD

ssc_0255

Palembang – Terinspirasi dari keluhan teman, seorang mahasiswa UBD Palembang jurusan teknik industri yang bernama Andre Prabowo berhasil membuka usaha bantal custom suka-suka (Basoka) sudah sejak 5 bulan terakhir. Diakuinya, idenya waktu itu, saat ada seorang temannya yang kebingungan mencari kado untuk pacarnya yang harganya 100 ribuan rupiah. Temannya tersebut mencari kado yang simple, unik dan berkesan.

“Melihat itu, saya jadi kepikiran dan tidak sengaja melihat baju yang gambarnya bisa dipesan juga. Jadi, ketika di kosan dan memeluk bantal, muncullah ide, kenapa gambar itu tidak dipindahkan ke bantal,” jelas dia dalam seminar usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di lantai 6 gedung UBD utama, Selasa (11/10).

Berita Sejenis

Dzumafo Perketat Pesaingan Lini Depan SFC

Polda Sumsel Sidak Pasar dan Siagakan Pasukan

Peran Motivasi Orangtua Terhadap Prestasi Anak

1 daripada 3.109

Saat ini Basoka masih berfokus kepada produksi bantal sofa dengan menargetkan remaja putra dan putri usia 18 hingga 30 tahun. Basoka ini selain kualitasnya terjamin, bahan dasarnya yang dibuat dari bahan silicon sehingga aman untuk digunakan. Pelanggan juga bisa memesan gambar untuk sarungnya sesuai dengan keinginan mereka sendiri.

Awalnya, lanjutnya, kendalanya terletak dibahan baku, supplier, dan sistem printing gambar yang memakan waktu 3 sampai 7 hari. Bahan bakunya jugasebagian masih dipesan dari luar Palembang, terutama silikonnya. “Pada satu bulan pertama order grafiknya menanjak. Dalam sehari kami pernah menjual 5 sampai 10 Basoka dengan omset 2,5 juta rupiah per bulannya,” kata dia.

Diakuinya, pihaknya telah melakukan survey dan riset di beberapa pasar, seperti pasar 26 Ilir dan 16 Ilir, dimana di pasar tersebut untuk bantal bergambar karakter masih berasal dari pulau Jawa. “Jika prospek kedepannya bagus, kami berharap untuk bisa jadi supplier bantal local,” harapnya melalui Koran kito.

Yang biasa dipesan adalah karakter ucapan, anime dan foto orang terkasihnya. “Pelanggan kami malah didominasi oleh pembeli di luar Palembang, karena kami masih menjualnya melalui situs online. Jadi jika tertarik bisa langsung cek akun instagram kami di Basoka.co,” beber dia.

Sementara, Ketua UMKM Akumandiri Kota Palembang, Apit Fathurohman mengatakan, dalam UMKM Akumandiri 10 persen anggotanya dari 700 UMKM adalah remaja. Menurutnya, kaum muda dalam berwirausaha lebih inovatif dan kreatif. “Kami memang mengincar pangsa mahasiswa dan siswa. Jadi ketika mereka menghadapi dunia usaha mereka tidak kaget lagi,” tambahnya. (korankito.com/eja)