Bakal Hapus Kegagalan Saudara Tua

ryan-yohwari

Palembang – Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) ke-XV 2016 di Jawa Barat sebentar lagi bergulir. Sebanyak 86 atlet, 30 official dan 10 panitia yang tergabung dalam Kontingen Sumatera Selatan (Sumsel) akan bertarung memperebutkan medali dari 10 cabor yang diikuti.

Usai dikukuhkan langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan Mukti Sulaiman, Selasa (11/10), kontingen Peparnas Sumsel ini akan menghapus kegagalan “saudara tua” (KONI Sumsel,-red) lantaran target PON waktu yang lalu meleset dari target.

“Kami akan menebus kegagalan saudara tua kami di PON yang lalu,” ujar Ketua National Paralympic Committe (NPC) Sumsel Ryan Yohwari.

Melesetnya target KONI Sumsel untuk mencapai peringkat 10 besar diajang perhelatan PON kemarin memang patut disayangkan. Agar tidak terjadi hal yang demikian, NPC Sumsel telah melakukan beberapa langkah agar target mereka tercapai. Yakni, masuk peringkat delapan besar dengan menyabet minimal 31 medali emas.

“Kita selama ini sudah memonitoring peta kekuatan, tidak hanya diri sendiri, tapi juga orang lain. Sehingga faktor teknis yang terjadi di PON tidak akan terjadi di Peparnas,” tambah Ryan.

Lanjutnya, beberapa provinsi yang diwaspadai ialah Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah serta DKI Jakarta. Ia menilai para Provinsi tersebut cukup siap dalam menghadapi Peparnas kali ini.

Senada dengan hal diatas, Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel Mukti Sulaiman mengatakan, ia mengapresiasi para punggawa olahraga disabilitas ini. Ia menilai semangat mereka cukup menggebu-gebu sehingga besar kemungkinan mereka bakal pulang membawa hasil yang positif.

“Untuk itu kita terus mensupport kegiatan ini. Sebab semangat mereka begitu tinggi. Akan kita support terus baik dari KONI yang memberikan dukungan moral, maupun dari Dispora Sumsel,” tukasnya. (korankito.com/resha)